Plt Walikota Bekasi Tri Adhianto Pasrah Soal Pencemaran Kali Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 15 Agustus 2023 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto

FOTO: Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto

BERITA BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bekasi Tri Adhianto tak berdaya menghadapi pencemaran Kali Bekasi yang disinyalir berasal dari tiga pabrik yang berlokasi di wilayah Kota Wisata dan wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ketiga pabrik tersebut hasil dari penelusuran dan investigasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi yang mengatakan, Kali Bekasi tercemar sejak 10 Agustus 2023 yang berimbas ribuan masyarakat konsumen kesulitan air bersih.

Dikatakan Tri, ketika terjadi pencemaran Kali Bekasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tugasnya hanya melakukan pengawasan dan melaporkan. Sebab, secata teknis yang melakukan penindakan adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov), Jawa Barat dan KLHK.

“Kota Bekasi hanya melakukan pengawasan, pemantau dan pada akhirnya melaporkan. Kita pun tidak bisa menindak perusahaan itu. Karena itu bukan di Kota kita,” kata Tri menjawab persoalan pencemaran tersebut.

Diketahui, kejadian Kali Bekasi tercemar bukan kali pertama terjadi bahkan hampir setiap tahun Kali Bekasi yang menjadi sumber produksi air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot Kota Bekasi tercemar limbah.

Kejadian serupa pada September 2018, Juli 2019, November 2020, Oktober – Desember 2021 dan Maret – April 2022 dan 2023. Namun sayangnya, kejadian pencemaran Kali Bekasi tersebut tidak menjadi bahan pelajaran atau evaluasi, sehingga terus berulang.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pencemaran dan Industri Relawan Peduli Lingkungan Semesta (REALITA), Richard Aritonang mengatakan, persoalan pencemaran Kali Bekasi bukan kali pertama terjadi bahkan hampir setiap tahunnya.

“Hasil invetigasi DLH Kota Bekasi sebut ada 3 perusahaan yang berlokasi diwilayah Kabupaten Bogor menjadi sumber pencemaran Kali Bekasi. Apa beda perusahaan lagi?,” kata Richard kepada Matafakta.com, Selasa (15/8/2023).

Pasalnya, sambung Richard, kejadian sebelumnya juga sama pencemaran yang dilakukan pelaku industry di wilayah Bogor yang selalu terjadi berulang bahkan hampir setiap tahun terjadi pencemaran terhadap Kali Bekasi yang menjadi kebutuhan pokok.

“Pertanyaan buat kita apakah para pelaku industry ini bergantian melakukan pencemaran ke Kali Bekasi. Kan setiap kejadian katanya ditindak, termasuk yang sekarang juga ditindak, tapi faktanya terus terjadi berulang. Anehkan,” ujarnya.

Hal inipun, lanjut Richard, harus menjadi perhatian Pemerintah Bogor maupun Prmprov Jabar, apakah sebelumnya para pelaku industry ini tidak dikenakan sanksi berat, sehingga permasalahannya terus terjadi berulang tidak didenda atau dipidana.

“Karena sering terjadi berulang, harusnya Pemkot Bekasi yaitu Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi sebagai badan usahanya sudah bisa mengevaluasi. Jangan saat kejadian baru kelabakan dan terkesan kejadian tersebut diluar kuasa lalu pasrah,” sindirnya.

Padahal, tambah Richard, duduk persoalannya sudah diketahui bukan soal kemarau panjang berkurangnya debit air, tapi selalu soal pencemaran. Kalau kemarau mungkin kuasa Tuhan, tapi persoalan pencemaran yang sudah berulang.

“Kalau Kali Bekasi adalah bahan utama untuk ribuan masyarakat konsumen Kota Bekasi, seharusnya Perumda Tirta Patriot lebih mengantisipasi semacam control sebagai bagian dari tanggungjawabnya terhadap ribuan masyarakat konsumen,” pungkasnya. (Dhendi)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB