Alvin Lim: Penetapan Tersangka Panji Gumilang Penuh Kecacatan

- Jurnalis

Kamis, 2 Mei 2024 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana Persidangan

Foto: Suasana Persidangan

“Alvin Lim Sebut Banyak Pelanggaran Hukum oleh Polisi Pada Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Panji Gumilang”

BERITA JAKARTA – Penetapan status tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang ditetapkan Bareskrim Polri digugat pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Abdussalam, Panji Gumilang.

Sidang gugatan Praperadilan yang diajukan Panji tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Kamis 2 Mei 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sidang dengan dengan nomor Perkara: 47/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL dihadiri Tim Kuasa Hukum Panji yang dipimpin Alvin Lim dan Tim Kuasa Hukum termohon.

Dalam petitumnya, Panji meminta Majelis Hakim membatalkan penetapan dirinya sebagai tersangka TPPU, karena dinilai tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Selain itu, Panji juga meminta Bareskrim Polri untuk mengembalikan seluruh aset Ponpes Al Zaytun yang telah disita dan diblokir ke bentuk semula dalam tempo 3 x 24 jam sejak putusan tersebut dibacakan.

Selanjutnya, memulihkan segala hak hukum pemohon dan harkat martabatnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Panji Gumilang, Alvin Lim, SH, MH, menilai banyak pelanggaran hukum atas penetapan tersangka terhadap kliennya.

“Banyak kecatatan dalam penetapan tersangka di dalam sidang tadi. Dua yang krusial. Pertama, penetapan tersangka harus berdasar dua alat bukti yang cukup,” tegas Alvin.

Baca Juga :  Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

“Kedua, seseorang ditetapkan sebagai tersangka harus memenuhi unsur pidana secara materiil, sambung Pendiri LQ Indonesia Law Firm ini.

Alvin pun mempertanyakan bukti yang tertera dalam P-19 Kejaksaan.

“Kalau Anda tidak percaya pada Lawyer ya silahkan saja. Karena dipikir Lawyer membela kliennya. Tetapi Kejaksaan ini lebih netral,” imbuhnya.

“Kejaksaan menerima berkas dari Kepolisian. Dan diberikanlah petunjuk bukti surat bernama P-19 kelengkapan formil dan materil dan bisa dibaca di P-19 di Kejaksaan,” tambah Alvin.

Alvin juga menegaskan bahwa keterangan saksi juga tidak menjelaskan adanya unsur pidana pada kasus ini.

“Benar tidak Kejaksaan menulis bahwa satu, belum ada bukti permulaan yang cukup. Tidak ada itu dua alat bukti,” ungkap Alvin.

Keterangan saksi tidak ada unsur pidana. Jaksa menyatakan, perbuatan yang tergambar belum mendeskripsikan tindakan  pidana.

“Bagaimana melakukan penyidikan kalau itu belum memenuhi unsur pidana,” ujar Alvin.

Alvin menambahkan bahwa jika kasus ini sudah memenuhi unsur pidana maka harus ada dua alat bukti.

“Disuruh periksa ahli TPPU ini belum ada pemeriksaan TPPU. Jadi saya bongkar saja surat P-19 Kejaksaan yang diberikan ke Kepolisian untuk dilengkapi,” tutur Alvin.

Baca Juga :  Kejati Jabar Tahan Eks Pejabat Kemendagri Kasus BOT Pasar Cigasong Majalengka

Kalau kita berbohong, Jaksa lah yang berbohong kepada Kepolisian karena Jaksa yang menyidangkan di Pengadilan terhadap perbuatan yang disangkakan kepada Panji Gumilang yaitu TPPU.

“Jaksa melihat tidak ada bukti dan belum ada unsur. Jadi bagaimana penyidikan yang belum lengkap ditetapkan tersangka,” sindirnya.

Soal perkara TPPU Panji Gemilang, Alvin mengatakan bahwa hal itu tidak bisa berdiri sendiri.

TPPU, tambah Alvin, tidak berdiri sendiri dan simsalabim. Panji Gumilang ini mencuci uang, uangnya dari mana itu harus dibuktikan dulu predikat crimenya atau kejahatan awal kalau itu terbukti baru uang yang dihasilkan dari kejahatan itu dicuci.

“Penggelapan tidak mungkin terjadi tanpa ada pihak yang dirugikan, nah ini yang lapor tiba tiba polisi bernama Abdul Rohman yang bilang ada penggelapan, memang dia polisi dirugikan apakah digelapkan, kan tidak, masyarakat harus smart,” pungkas Alvin.

Diketahui sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, telah menetapkan Panji sebagai tersangka dugaan TPPU. Panji Gumilang diduga menyalahgunakan uang Yayasan sebesar Rp73 miliar untuk kepentingan pribadi. (Indra)

Berita Terkait

Soal Final Kepailitan, Praktisi Hukum Persoalkan Trasparansi Publik PN Jakpus
Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Korupsi Surat Garansi Bank
Penyidikan Perkara Komoditi Emas 109 Ton Kian Seru
Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus “Warning” Satgas Judol dan Bareskrim
Kejari Indramayu Tahan Koruptor Proyek Tebing Air Terjun Buatan
Perkara Korupsi Gula, Penyidik Panggil Kepala KPPBC Dumai
Korupsi Proyek KA, Tiga Mantan Pejabat Kemenhub Mulai Diadili
Muklis Manajemen PT. Antam Diperiksa Terkait Emas 109 Ton
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:09 WIB

Kukuhkan 8 Ranting, Sarjan: PAC PP selalu Bersinergi Dengan Pemerintah Desa

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:20 WIB

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 01:50 WIB

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:46 WIB

Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  

Jumat, 19 Juli 2024 - 06:41 WIB

Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada

Kamis, 18 Juli 2024 - 22:36 WIB

Baru 20 Persen, Proyek Jembatan Muara Gembong PT. GMP Terancam Wanprestasi

Rabu, 17 Juli 2024 - 00:27 WIB

Rugikan Negara, Ketua JNW: Proyek Plat Merah Tak Sesuai Kontrak Bisa Pidana

Selasa, 16 Juli 2024 - 23:28 WIB

Yusuf Blegur: Berisiko Tinggi Jika DPP PDI-P Merekom Tri Adhianto

Berita Terbaru

Foto: Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan Bersama Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad Saat Penyerahan Asset Wilayah Pelayanan Air Bersih

Seputar Bekasi

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:20 WIB

Mendagri Gelar Rakor Akselerasi Indikator Strategis Pembangunan Jawa Barat

Seputar Bekasi

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:50 WIB

Foto: Kapuspenkum Kejagung: Harli Siregar

Berita Utama

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Jul 2024 - 23:28 WIB