Dihadapan Jaksa Pengawas, Pelapor Oknum Jaksa AHP Beberkan Pelanggaran KEJ

- Jurnalis

Selasa, 30 April 2024 - 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pengacara Raden Nuh, SH, MH.

Foto: Pengacara Raden Nuh, SH, MH.

BERITA JAKARTA – Dugaan pelanggaran Kode Etik Jaksa (KEJ) yang konon dilakukan Ajun Jaksa AHP dalam penanganan perkara dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu terhadap terdakwa Singgih Prananto Siam berbuntut panjang.

Pasalnya, Kuasa Hukum Singgih Prananto Siam, Raden Nuh, SH, MH, telah dimintai keterangan oleh pihak Jaksa Bidang Pengawasan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Senin (29/4/2024).

Dihadapan Jaksa Pemeriksa, pengacara Raden Nuh mengungkapkan sejumlah pelanggaran diantaranya mempersoalkan turunan surat pelimpahan perkara beserta surat dakwaan tidak disampaikan terlapor kepada terdakwa Singgih Prananta atau Kuasa Hukumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada sidang hari Rabu 6 Maret 2024 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, surat dakwaan tidak dibacakan dan tidak ditandatangani oleh AHP selaku Penuntut Umum,” ujar Raden usai menjalani pemeriksaan.

Melainkan, sambung Raden, dibacakan dan ditandatangani oleh Jaksa IK diatas nama AHP selaku Penuntut Umum Ajun Jaksa yang tertera dalam surat dakwaan No Reg. Perkara: PDM-70/M.1.21./02/2024 tanggal 26 Februari 2024.

Baca Juga :  Korupsi Proyek KA, Tiga Mantan Pejabat Kemenhub Mulai Diadili

Menurutnya, ada sekitar 20 pertanyaan yang diajukan oleh Jaksa Pemeriksa seputar awal penanganan perkara hingga proses persidangan.

“Intinya, ketika perkara klien kami dilimpahkan dari penyidik Polres Sawah Besar kepada Penuntut Umum, pihak keluarga terdakwa tidak ada pemberitahuan,” jelasnya.

“Kami baru mengetahui bahwa perkara klien kami dilimpahkan ke Pengadilan saat termohon Praperadilan (Kejari Jakarta Pusat) mengungkapkannya di persidangan Praperadilan,” tambahnya.

Dari informasi itu, lanjut Raden ditindaklanjuti dengan mendatangi Polsek Sawah Besar dan ternyata tersangka Singgih Prananta Siam sudah dilimpahkan ke Penuntut Umum Kejari Jakarta Pusat.

“Sesampainya kami disana dengan terlebih dahulu melapor ke PTSP soal maksud kedatangan kami. Saat itu kami diminta untuk menunggu,” ungkapnya.

Raden menerangkan, setelah ia bersama keluarga tersangka Singgih Prananta Siam menunggu selama 3 jam di Kejari Jakarta Pusat, tiba-tiba datang seorang petugas Kejaksaan memberikan informasi bahwa Jaksa Aditya Hilmawan mendadak sakit.

Baca Juga :  Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus "Warning" Satgas Judol dan Bareskrim

“Pada 28 Februari 2024 kami mendengar pekara Singgih Prananta Siam sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tuturnya.

Hal ini, kata Raden, sesuai keterangan termohon Prapradilan kepada Hakim. Berarti selama pemeriksaan berlangsung Singgih tidak pernah didampingi oleh Kuasa Hukum. Ini adalah pelanggaran.

Perlu diketahui, selain Jaksa AHP yang dilaporkan ke Bidang Pengawasan Kejati DKI, sejumlah oknum polisi Polsek Sawah Besar, hingga Hakim Praperadilan dan Ketua Majelis Hakim Teguh Santoso Pengadilan Negeri Jakarta Pusat turut dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY).

“Kami juga telah melaporkan sejumlah oknum penyidik Polsek Sawah Besar ke Propam Mabes Polri. Kemudian Hakim Praperadilan serta Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara pokok Singgih turut kami laporkan, usai persidangan selesai,” tandasnya. (Sofyan)

Berita Terkait

Soal Final Kepailitan, Praktisi Hukum Persoalkan Trasparansi Publik PN Jakpus
Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Korupsi Surat Garansi Bank
Penyidikan Perkara Komoditi Emas 109 Ton Kian Seru
Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus “Warning” Satgas Judol dan Bareskrim
Kejari Indramayu Tahan Koruptor Proyek Tebing Air Terjun Buatan
Perkara Korupsi Gula, Penyidik Panggil Kepala KPPBC Dumai
Korupsi Proyek KA, Tiga Mantan Pejabat Kemenhub Mulai Diadili
Muklis Manajemen PT. Antam Diperiksa Terkait Emas 109 Ton
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:09 WIB

Kukuhkan 8 Ranting, Sarjan: PAC PP selalu Bersinergi Dengan Pemerintah Desa

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:20 WIB

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 01:50 WIB

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:46 WIB

Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  

Jumat, 19 Juli 2024 - 06:41 WIB

Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada

Kamis, 18 Juli 2024 - 22:36 WIB

Baru 20 Persen, Proyek Jembatan Muara Gembong PT. GMP Terancam Wanprestasi

Rabu, 17 Juli 2024 - 00:27 WIB

Rugikan Negara, Ketua JNW: Proyek Plat Merah Tak Sesuai Kontrak Bisa Pidana

Selasa, 16 Juli 2024 - 23:28 WIB

Yusuf Blegur: Berisiko Tinggi Jika DPP PDI-P Merekom Tri Adhianto

Berita Terbaru

Foto: Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan Bersama Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad Saat Penyerahan Asset Wilayah Pelayanan Air Bersih

Seputar Bekasi

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:20 WIB

Mendagri Gelar Rakor Akselerasi Indikator Strategis Pembangunan Jawa Barat

Seputar Bekasi

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:50 WIB

Foto: Kapuspenkum Kejagung: Harli Siregar

Berita Utama

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Jul 2024 - 23:28 WIB