Forum PELITA Kabupaten Bekasi Tolak Politik Identitas di Pemilu 2024

Kabupaten Bekasi Tolak Politik Identitas di Pemilu 2024

BERITA BEKASI – Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bersama Forum Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Bekasi, mengadakan dengar pendapat masyarakat di Kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam (STEBI) Global Mulia Cikarang Jawa Barat, Sabtu (16/7/2022).

Gelaran dengar pendapat masyarakat yang bertemakan pokok-pokok haluan negara itu, Forum PELITA Kabupaten Bekasi menghadirkan narasumber dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Rieke Diah Pitaloka, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi, Alip Widada dan juga dari Penasehat Democracy And Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Kabupaten Bekasi, Ferryal Abadi.

Dalam pemaparannya, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, Indonesia didirikan oleh para Founding Father, sehingga apa yang sudah dicanangkan maka kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menjaga kerukunan diantara umat beragama karena kita tidak mungkin hidup sendiri semua harus berkolaborasi untuk membangun negeri ini.

“Karena, Indonesia ikut terlibat aktif dalam menjaga perdamaian dunia sesuai sesuai dengan alinea ke-4 pada pembukaan UUD 1945. Maka dari itu, saya harap Forum PELITA ini bisa menjaga kerukunan dan toleransi antar umat agama di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Ditempat yang sama, Alip Widada selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi dalam penjelasannya mengatakan, Ormas ataupun LSM harus terlibat aktif dalam mengawal demokrasi dalam pengawasan partisipatif di Pemilu 2024.

“Sebab, didalam pengawasan partisipatif kami harapkan kualitas demokrasi ini semakin meningkat dan memastikan Pemilu 2024 ini bersih, transparan dan berintegritas dari sisi penyelenggara dan penyelenggaraan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ferryal Abadi selaku Penasehat DEEP Kabupaten Bekasi mengatakan, dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Pemilu 2024 jangan sampai kita memilih pemimpin atau wakil rakyat yang tidak memihak pada rakyat.

“Pilih lah calon dari rekam jejak dan kinerjanya jika selama ini dia memperjuangkan aspirasi masyarakat dan membela kepentingan rakyat, maka pilih lah. Jika sebaliknya, maka kita tidak usah memilihnya,” pesan Ferryal.

Diakhir acara, Ketua Forum PELITA Kabupaten Bekasi, Afief Ardhila dihadapan para pembicara mengatakan, kami Forum PELITA tegas menolak Politik Identitas di Pemilu 2024, karena akan mengancam keutuhan NKRI dan merusak tatanan demokrasi di Indonesia.

Harapan kami, tambah Afief, kepada para Caleg, Calon Presiden, Calon Kepala Daerah dan Tim Suksesnya tidak memaikan isu Politik Identitas. Kemudian Afief mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga Demokrasi.

“Mari kita sama-sama menjaga iklim demokrasi di Indonesia dan meningkatkan kualitas demokrasi yang jauh lebih baik,” pungkasnya. (Hasrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *