Oknum TNI Kasus Pembunuhan Pedagang Obat Dihukum Seumur Hidup

- Jurnalis

Senin, 11 Desember 2023 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Persidangan Militer

Suasana Persidangan Militer

BERITA JAKARTA – Babak akhir kasus pembunuhan Imam Masykur yang kesehariannya merupakan pedagang obat di wilayah Rempoa Tengerang Selatan telah menghasilkan putusan. Para terdakwa yaitu Praka RM, Praka HS dan Praka J dituntut hukuman seumur hidup.

Putusan hukuman tersebut dibacakan Majelis Hakim yang dipimpin Kolonel Chk Rudy Dwi Prakamto, SH, dengan Hakim Anggota, Letkol Chk  Idolohi, SH dan Mayor Kum Alissa Dandel, SH di Pengadilan Militer (Dilmil) II-O8 Jakarta, Penggilingan Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/12/2023).

Menurut Ketua Majelis Hakim, Praka RM bersama 2 orang rekannya terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 328 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang kejahatan penculikkan secara bersama-sama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain hukuman pokok diatas, ketiga terpidana mendapatkan hukuman tambahan yaitu pemecatan dari dinas militer.

Putusan Hakim itu lebih ringan dibandingkan tuntutan Oditur Militer Letkol Chk Upen Jaya Supena yang menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman mati pada persidangan sebelumnya yang berlangsung pada Senin 27 November 2023 lalu.

Majelis Hakim memberikan hak hukum kepada terdakwa yaitu menerima atau banding. Setelah berkoordinasi dengan penasehat hukumnya para terdakwa mengungkapkan pikir-pikir atas putusan tersebut, demikian juga halnya dengan oditur juga menyampaikan hal yang sama.

Majelis Hakim memberikan tenggat waktu selama satu minggu kepada ketiga terdakwa untuk menyampaikan hak hukumnya.

Sidang yang terbuka untuk umum juga dihadiri oleh Ibu kandung almarhum Ny. Fauziah yang pada sidang sebelumnya memberi kesaksian, serta keluarga besar almarhum yang berada di Jakarta.

Pihak keluarga melalui penasehat hukumnya mengucapkan terima kasih kepada Dilmil II-O8 Jakarta, namun mereka tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan Hakim. Mereka tetap meminta agar terdakwa dihukum mati. (Almira)

Berita Terkait

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 38 Perwira Tinggi TNI
Jembatan Gantung Tonggak Kesejahteraan Baru di Desa Kutamendala
TNI-Polri di Lamongan Kawal Penerimaan Logistik Dari KPUD
TNI di Lamongan Motivasi Pelajar Melalui Program Senin Berkibar
Alutsista Terbaru TNI AU Siap Kawal Kedaulatan Udara Nasional
Panglima TNI Serahkan Jabatan Kasad ke Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Komitmen TNI Kasus Dugaan Suap di Basarnas Terbuka Silahkan Diawasi
Pengamat IDD, Duet Anies–Cak Imin, Simbol Kebangkitan Politik Islam
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:39 WIB

Ini Gagasan Gunawan SNIPER Untuk Meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi

Rabu, 21 Februari 2024 - 08:18 WIB

Larang dan Usir Warga, LIAR Segera Laporkan PPK Cibitung ke Bawaslu dan DKPP

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:21 WIB

TMMD ke-119 Tahun 2024 di Desa Karang Mukti Kecamatan Karang Bahagia

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:08 WIB

Heboh, Pemdes Sumberjaya Bekasi Sunat Uang OP Per-KPPS Rp510 Ribu  

Rabu, 14 Februari 2024 - 11:20 WIB

Darsum Caleg Demokrat Dapil 7 Kabupaten Bekasi Datangi TPS Bersama Anak & Istri

Rabu, 14 Februari 2024 - 01:08 WIB

Malam Pencoblosan, Sejumlah Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Tebar Amplop

Selasa, 13 Februari 2024 - 12:17 WIB

Viral Serangan Fajar, Praktisi Hukum: Aturan Harus Tegak Demi Keadilan

Senin, 12 Februari 2024 - 14:53 WIB

Bocor Ajakan TKK Dukung Tri Adhianto Lolos Jadi Walikota Bekasi   

Berita Terbaru