LQ Sesalkan UNPAM Terima Mahasiswi Prodi MH Berijazah Bodong..!!!

BERITA JAKARTA – LQ Indonesia Law Firm sudah melayangkan somasi final kepada Rektor Universitas Pamulang (Unpam) untuk mengambil tindakan adanya oknum mahasiswi atas nama, Natalia Rusli yang mendaftar Program Studi Magister Hukum di UNPAM dengan mengunakan ijazah Universitas Timbul Nusantara lulusan 2018 yang tidak terdaftar dipangkalan data Dikti.

Kepada Matafakta.com, Kepala Humas dan Media LQ Indonesia Law Firm, Sugi mengatakan, informasi yang dilansir UNPAM sendiri dalam penerimaan mahasiswa baru Prodi MH yang ditandatangani Dr. Ir. Sarwani, MT, MM tertanggal 15 Februari 2019, sudah sangat jelas dan gamblang.

“Persyaratan yang tertera di point (d) adalah print bukti terdaftar lulus dilaman DIKTI. Nah, Natalia Rusli yang merupakan mahasiswi tahun ajaran 2020, seharusnya mengikuti aturan tersebut dan tidak dapat diterima apabila ijazah tidak terdaftar di pangkalan data DIKTI,” terangnya, Selasa (27/7/2021).

Hal senada juga dikatakan, Hamdani dari LQ Indonesia Law Firm bahwa aturan hukum yang berlaku tentang Ijazah tertera di Permenristek Dikti No. 59 tahun 2019 dimana, ijazah wajib mengikuti Program Ijazah Nasional (Sistim PIN) yang mana nomor ijazah harus terintegrasi atau terdaftar dipangkalan data DIKTI.

“Disini sudah jelas, Natalia Rusli mahasiswi UNPAM yang mau mengambil Prodi MH dengan bermodalkan ijazah Sarjana Hukum atau SH yang tidak terdaftar atau teregistrasi dipangkalan data Dikti sesuai dengan aturan yang berlaku. Kalau ini dibiarkan bisa rusak nama UNPAM,” sindirnya.

Sugi melanjutkan, somasi pertama, dilayangkan LQ Indonesia Law Firm pada tanggal 22 Juni 2021, dengan tegas yang disertai bukti Dikti atau keterangan sebagai informasi adanya mahasiswi UNPAM yang menggunakan ijazah Sarjana Hukum (SH) yang tidak terdaftar atau melanggar Permenristek Dikti.

“Tapi, informasi yang diberikan itu, tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak UNPAM malah mengabaikan dan tidak mengambil tindakan tegas terhadap oknum mahasiswi Natalia Rusli. Artinya UNPAM tidak mendukung untuk melahirkan generasi MH yang berkualitas. Ini patut dipertanyakan,” pungkasnya. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *