Menangkan Buronan, Karyawan PT. PRLI Minta 3 Hakim MA Diusut

- Jurnalis

Selasa, 23 April 2024 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia di Mahkamah Agung

Aksi Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia di Mahkamah Agung

BERITA JAKARTA – Ratusan karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia (PT. PRLI) berkumpul di depan Mahkamah Agung (MA) untuk menyuarakan kekhawatiran terhadap rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang akan dihadapi mereka.

Aksi protes ini memasuki hari kedua yang dilatarbelakangi atas putusan Peninjauan Kembali (PK) MA Nomor: 9 PK/PDT.SUS-HKI/2024.

Dikutif dari Quotient TV, dalam aksi tersebut, terdengar orasi tegas dari seorang peserta yang mengatakan “Tolak! tolak! mafia hukum tidak boleh diberikan tempat di Negara kita!”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi ini merupakan hari kedua dalam menyampaikan aspirasi kita dari karyawan PT. PRLI dan diterima sebagai perwakilan dari teman-teman dari luar daerah,” terang Aliansi perwakilan PT. PRLI, Janli Sembiring.

Pihaknya juga mendesak usut kejanggalan putusan PK kontroversial Nomor: 9 PK/Pdt.Sus-HKI/2024 yang memenangkan Mohindar HB yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Putusan PK tersebut bertentangan dengan 2 putusan Nomor: 140/pdt.g/1995/PN.jkt.pst dan putusan MA Nomor: 3101 K/pdt/1999. Ada apa dengan putusan 3 Hakim MA tersebut,” ujarnya.

Sembiring menekankan, pentingnya peninjauan ulang atas putusan PK MA Nomor: 9 PK/PDT.SUS-HKI/2024 tersebut, karena dianggap mengancam kesejahteraan banyak karyawan yang berpotensi terkena PHK.

Baca Juga :  Pengamat Politik Samuel F Silaen: Menanti PDI Perjuangan Jadi Oposisi?

“Pihak MA menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Ketua MA. Namun, ada juga tuntutan untuk mendesak mengganti hakim Rahmi Mulyati, SH, MH karena hakim tersebut pernah memegang kasus yang sama ditingkat Kasasi.

“Hal ini dipandang perlu dipertanyakan independensi dan keadilan dalam memutuskan perkara ditingkat PK. Respon dari MA, mereka akan sampaikan ke Ketua MA,” ulas Sembiring.

“Kita akan aksi unjuk rasa lagi sampai ada keadilan dan tuntutan kita dipenuhi oleh MA,” tambah Sembiring saat diwawancarai Quotient TV.

Selain itu, aksi membakar foto para hakim yang terlibat dalam perkara ini juga dilakukan sebagai bentuk protes atas keputusan yang dinilai merugikan oleh para peserta aksi.

Aksi protes ini menunjukkan ketegangan antara pihak karyawan PT. PRLI dan keputusan Pengadilan terkait dengan PHK massal yang mereka hadapi.

“Semoga aspirasi para karyawan PT. PRLI dapat didengar dan direspon dengan baik oleh pihak berwenang,” pungkasnya.

 

Bergabunglah dengan Quotient TV: Jadilah Narasumber di Podcast Kami! 

Quotient TV adalah media online yang menawarkan jasa publikasi berita seputar dunia hukum melalui program podcast.

Baca Juga :  Pakar Menilai Sikap Majelis Hakim Tipikor Kasus Gazalba Saleh Melawan Akal Sehat

Quotient TV membuka pintu bagi Anda untuk berpartisipasi dalam pengkajian ulang isu-isu hukum yang penting dan Anda dapat berbicara tanpa filter, tanpa pengecualian.

Kami memberikan panggung kepada semua pihak untuk merobek tirai dan mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi.

Bagaimana Anda Dapat Bergabung? 

Sangat mudah! Jika Anda memiliki wawasan atau pengalaman dalam bidang hukum dan ingin berkontribusi dalam podcast kami, hubungi hotline kami di: 📞 0811-164-489

Apa yang Anda Dapatkan? 

* Platform yang Luas: Jangkauan kami mencakup audiens yang luas, memberikan kesempatan bagi Anda untuk berbagi pandangan Anda dengan banyak orang.

* Pengakuan: Dalam podcast Quontient TV, Anda akan menemukan ruang untuk bersuara tanpa dibatasi, di mana pengalaman Anda dihargai dan pandangan Anda diakui.

* Berbagi Pengetahuan: Berkontribusi dalam diskusi bersama Alvin Lim membuka peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman Anda dengan profesional.

Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan kami dan menjadi bagian dari diskusi yang penting tentang hukum!  #QuotientTV #HukumYangSebenarnya #MengungkapKebenaran.

Pewarta: Indra

Berita Terkait

Pakar Menilai Sikap Majelis Hakim Tipikor Kasus Gazalba Saleh Melawan Akal Sehat
KSST Menduga Ada Markdown Dalam Lelang Saham PT. GBU Sebesar Rp9,7 Triliun
Bentuk Intimidasi, Alvin Lim Kritik Penguntitan Jampidsus Kejagung oleh Densus 88
AMPUH: Densus 88 Bukan Intai Teroris Malah Intai Jampidsus Kejagung
Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Karyawan Polo Ralph Lauren Indonesia
Advokat Alvin Lim Kritik Kinerja Polisi Terkait Kasus Vina Cirebon
Pengamat Politik Samuel F Silaen: Menanti PDI Perjuangan Jadi Oposisi?
Aktivis FM-D Nilai DPD-RI Cukup Sekali Saja di Pimpin LaNyalla Mattalitti
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 12:34 WIB

Sawer Biduan, FKMBP: Aksi Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Tak Patut Dicontoh

Minggu, 26 Mei 2024 - 18:24 WIB

Ini Klarifikasi Solihin Soal Tudingan Aksi Mahasiswa Ditunggangi

Sabtu, 25 Mei 2024 - 13:10 WIB

Berkedok Bimtek, Dana Desa Jadi Sasaran Empuk Oknum Dinas Raup Keuntungan

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:29 WIB

Waduh…!!!, Aksi Demo Mahasiswa, Pj Walikota Bekasi Sempat Dievakuasi Petugas

Kamis, 23 Mei 2024 - 20:28 WIB

Ini Kata Pengamat UNISMA Soal Demo Mahasiswa ke DPRD Kota Bekasi

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:45 WIB

Forum TKK Kota Bekasi Kompak Pasang DP Profil Pj Raden Gani Muhamad

Berita Terbaru

Foto: Aksi AKAMSI di Kantor BAPENDA Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Foto: Gedung Dispora Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB