Otak Atik Akta Nasabah, Alvin Lim Bongkar Dugaan Praktik Mafia Bank Victoria

- Jurnalis

Senin, 29 April 2024 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Podcast Quotient TV, Alvin Lim, SH, MH (Kanan) Bersama Akin Halim (Kiri)

Podcast Quotient TV, Alvin Lim, SH, MH (Kanan) Bersama Akin Halim (Kiri)

BERITA JAKARTA – Dalam sebuah episode terbaru dari Podcast Quotient TV yang dipandu pengacara Alvin Lim, SH, MH dari LQ Indonesia Law Firm, sebuah kisah mengenai praktik Perbankan yang merugikan muncul ke permukaan.

Dengan narasumber, Akin Halim, berbagi pengalaman pahitnya dengan Bank Victoria yang menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh banyak konsumen di Indonesia.

Menurut Akin, masalah dimulai ketika membutuhkan dana dari Bank Victoria. Meskipun, telah melakukan perjanjian dengan Bank tersebut, namun kemudian mengalami kendala dalam pelunasan kreditnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski berupaya keras untuk menyelesaikan utangnya, Akin merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai detail hutangnya di Bank Victoria.

Dalam pernyataan Akin, Bank Victoria memanggilnya dan menyarankannya untuk melakukan AYDA (Agunan Yang Diambi Alih) guna menyelesaikan kredit macetnya.

Meskipun tidak paham dengan apa itu AYDA, Akin akhirnya menyetujuinya. Namun, ketika melihat rincian kreditnya, Akin menemukan kesalahan perhitungan yang tidak dikoreksi pihak Bank.

Lebih lanjut, Akin mengungkapkan bahwa keputusan kreditnya telah diambil tanpa sepengetahuannya sebagai nasabah.

“Bank dengan ini diberi kuasa oleh debitur untuk sewaktu-waktu berhak mengubah dan menetapkan sendiri besarnya suku bunga atas kredit,” ujar Akin.

Baca Juga :  Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Akin pun menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah menandatangani akta tersebut, bahkan pada tanggal resmi akta tersebut diresmikan, ia tidak merasa mengetahuinya.

Alvin Lim, sebagai pengacara yang berpengalaman, memberikan tanggapannya terhadap kasus yang dihadapi oleh Akin Halim.

Menurut Alvin, dugaan adanya itikad tidak baik muncul dalam kasus seperti ini. Ia menjelaskan bahwa perjanjian tersebut didasarkan pada syarat sah perjanjian KUHPerdata.

“Dugaan adanya itikad tidak baik ada, perjanjian itu didasar 1330 dan 1338 KUHPerdata,” ujar Alvin.

Alvin menekankan pentingnya adanya syarat klausa yang sah dalam sebuah perjanjian yang tidak melanggar hukum dan tidak mengurangi manfaat pihak konsumen.

“Dengan kenaikan suku bunga, manfaat yang diperoleh Akin menjadi berkurang yang melanggar prinsip perlindungan konsumen,” tegasnya.

Kisah Akin menjadi contoh nyata dari tantangan yang dihadapi oleh banyak konsumen terkait dengan praktik Perbankan yang merugikan.

Melalui pengungkapan ini, diharapkan akan tercipta kesadaran lebih luas tentang perlunya perlindungan hukum bagi konsumen dan peningkatan transparansi dalam praktik Perbankan di Indonesia.

Bergabunglah dengan Quotient TV: Jadilah Narasumber di Podcast Kami! 

Baca Juga :  Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Quotient TV adalah media online yang menawarkan jasa publikasi berita seputar dunia hukum melalui program podcast.

Quotient TV membuka pintu bagi Anda untuk berpartisipasi dalam pengkajian ulang isu-isu hukum yang penting, dan Anda dapat berbicara tanpa filter, tanpa pengecualian.

Kami memberikan panggung kepada semua pihak untuk merobek tirai dan mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi.

Bagaimana Anda Dapat Bergabung? 

Sangat mudah! Jika Anda memiliki wawasan atau pengalaman dalam bidang hukum dan ingin berkontribusi dalam podcast kami, hubungi hotline kami di: 📞 0811-164-489

Apa yang Anda Dapatkan? 

* Platform yang Luas: Jangkauan kami mencakup audiens yang luas, memberikan kesempatan bagi Anda untuk berbagi pandangan Anda dengan banyak orang.

* Pengakuan: Dalam podcast Quontient TV, Anda akan menemukan ruang untuk bersuara tanpa dibatasi, di mana pengalaman Anda dihargai dan pandangan Anda diakui.

* Berbagi Pengetahuan: Berkontribusi dalam diskusi bersama Alvin Lim membuka peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman Anda dengan profesional.

Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan kami dan menjadi bagian dari diskusi yang penting tentang hukum!  #QuotientTV #HukumYangSebenarnya #MengungkapKebenaran.

Pewarta: Indra

Berita Terkait

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi
Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin
Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam
Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya
Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin
Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK
Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri
Pusat Data Nasional Diretas, Salah Peretas Atau Menkominfo?
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 22:07 WIB

Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Korupsi Surat Garansi Bank

Rabu, 17 Juli 2024 - 09:22 WIB

Penyidikan Perkara Komoditi Emas 109 Ton Kian Seru

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:26 WIB

Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus “Warning” Satgas Judol dan Bareskrim

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:08 WIB

Kejari Indramayu Tahan Koruptor Proyek Tebing Air Terjun Buatan

Selasa, 16 Juli 2024 - 12:58 WIB

Perkara Korupsi Gula, Penyidik Panggil Kepala KPPBC Dumai

Selasa, 16 Juli 2024 - 11:49 WIB

Korupsi Proyek KA, Tiga Mantan Pejabat Kemenhub Mulai Diadili

Selasa, 16 Juli 2024 - 08:02 WIB

Muklis Manajemen PT. Antam Diperiksa Terkait Emas 109 Ton

Selasa, 16 Juli 2024 - 06:08 WIB

Kejati Jabar Tahan Eks Pejabat Kemendagri Kasus BOT Pasar Cigasong Majalengka

Berita Terbaru

Foto: Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan Bersama Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad Saat Penyerahan Asset Wilayah Pelayanan Air Bersih

Seputar Bekasi

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:20 WIB

Mendagri Gelar Rakor Akselerasi Indikator Strategis Pembangunan Jawa Barat

Seputar Bekasi

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:50 WIB

Foto: Kapuspenkum Kejagung: Harli Siregar

Berita Utama

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Jul 2024 - 23:28 WIB