Pengasuh Majelis Dzikir Al-Karomah di Bekasi Undang Janda Korban Rentenir  

BERITA BEKASI – Terkait pemberitaan adanya seorang janda yang belum genap 40 hari kematian suaminya sudah dikejar rentiner, menjadi perhatian Kiai Munajib pengasuh Majelis Dzikir dan Sholawat Gunung Jati Al-Karomah yang berlokasi di Perumahan Central Park Cikarang (CPC), Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepada Matafakta.com, Kiai Munajib mengatakan, berita berjudul “Suami Meninggal, Utang 150 Ribu Terus Dikejar Rentir” didapatkannya dari dua media online Beritaekspres.com dan Matafakta.com yang kebetulan sudah tidak asing lagi diwilayah Kabupaten Bekasi.

“Kebetulan wartawan yang nulisnya saya tahu. Artinya, kenal. Janda bernama Sueng yang dikejar-kejar rentenir itu juga ternyata masih diwilayah Kabupaten Bekasi yakni di Kampung Rawa Palangan, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat,” katanya, Jumat (13/8/2021).

Makanya, sambung Kiai Munajib, dia langsung menghubungi penulis berita untuk mengundang Sueng datang ke Majelis Dzikir sekalian bersilahturahmi sambil memberikan sedikit rizki untuk membantu kesulitannya, karena dikejar rentenir belum lama kematian suaminya.

“Saya bukannya tidak mau mendatangi rumah ibu Sueng selain masih keadaan pandemi, kebetulan saya juga kenal sama penulisnya lalu saya kirim link beritanya untuk mengundang dan sampailah pertemuan di Majelis Dzikir ini,” ungkapnya.

Dikatakan Kiai Munajib, sudah menjadi amanah dari Eyang Sinuhun bagaimana menitipkan keturunan- keturunannya yaitu “aku titipkan takjub atau kaum dhuafa”. Artinya, kita wajib membantu kaum dhuafa. Terlebih lagi dalam kesusahan seperti ibu Sueng.

“Sekarang ini, orang itu sulit sekali peduli dengan kaum dhuafa dan yatim piatu banyaknya orang kaya, tapi minim orang sosial. Majelis ini, bukan hanya ber-dzikir olah batin saja, tapi kita ber-dzikir secara dzohir dengan menyantuni anak yatim atau kaum dhuafa. Itulah, salah satu hasil dari pada dzikir kita,” ujarnya.

Santunan ini, tambah Kiai Munajib, Insya Allah di jalani selamanya. Selama kita hidup, selama kita masih mampu kita akan jalankan terus selama kita masih ada kemampuan dan itu tujuan Majelis Dzikir dan Sholawat Sunan Gunung Jati Al-Karomah ini.

“Menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa ini bisa memberikan inspirasi buat orang yang mempunyai kekayaan yang melimpah, tapi belum bisa dan mampu untuk memberikan sodakoh kepada kaum dhuafa dan anak yatim-piatu,” tungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang janda Kampung Rawa Palangan, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, menjalani hidup penuh ketakutan. Pasalnya, setelah suaminya meninggal, Sueng terpaksa harus berurusan dengan rentenir penagih utang yang terus mengejarnya.

Meski Sueng masih dalam keadaan berduka, karena kematian suaminya yang belum genap 40 hari, rentenir penagih utang itu, terus mendatangi rumahnya dan memaksanya agar membayar sisa utangnya sebesar Rp150 ribu. (Usan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *