Jabar Butuh Pemimpin KONI Yang Mampu Menyatukan Kekuatan Olahraga

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Teks Photo: Ahmad Fakhrizal, S.IP, MM (Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sukabumi)

Teks Photo: Ahmad Fakhrizal, S.IP, MM (Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sukabumi)

BERITA SUKABUMI – Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat 2026. Hal yang perlu menjadi perhatian, bukan semata-mata pergantian atau keberlanjutan kepemimpinan.

Tapi yang lebih penting adalah memastikan bahwa kepemimpinan KONI Jawa Barat ke depan mampu menghadirkan arah yang jelas, tata kelola yang kuat dan hubungan kelembagaan yang sehat dengan seluruh cabang olahraga serta sistem pembinaan yang konsisten hingga 2030.

Menurut Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sukabumi, Ahmad Fakhrizal, S.IP, MM, Jawa Barat, memiliki potensi olahraga yang luar biasa.

“Kita memiliki atlet berprestasi, pelatih berkualitas, cabang olahraga dengan tradisi juara, serta KONI Kabupaten dan Kota yang terus bekerja membangun prestasi di daerah,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Namun menurut Ahmad, besarnya potensi tersebut harus didukung oleh kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kekuatan itu dalam satu ekosistem prestasi yang terarah dan berkelanjutan.

“Bagi kami, pemimpin KONI Jawa Barat ke depan setidaknya harus memenuhi tiga kriteria utama yakni, memahami organisasi, memahami olahraga prestasi dan mampu membangun kebersamaan,” ucapnya.

Bukan Sekadar Figur, Melainkan Kemampuan Mengelola Organisasi

Kepemimpinan dalam organisasi olahraga tidak cukup dibangun melalui popularitas. Ketua KONI Jawa Barat, harus memiliki kemampuan untuk mempertemukan berbagai kepentingan, termasuk Pengprov Cabang Olahraga, KONI Kabupaten maupun Kota, badan fungsional, atlet, pelatih, Pemerintah Daerah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Oleh karena itu, pengalaman dalam mengelola organisasi merupakan modal yang sangat penting,” cetusnya.

Dikatakan Ahmad, KONI Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul, bukan sekedar memimpin.

“Musorprov seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan, siapa yang kita pilih? Pertanyaan yang lebih penting adalah, apa yang akan dilakukan setelah terpilih?,” kata Ahmad.

Cabor Harus Menjadi Mitra Strategis

Prestasi olahraga tidak lahir dari Kantor KONI semata, prestasi lahir dari kerja bersama cabang olahraga, pelatih, atlet, klub, sasana, sekolah olahraga, Pemerintah Daerah serta seluruh unsur dalam ekosistem pembinaan.

Oleh karena itu, lanjut Ahmad, hubungan KONI Jawa Barat dengan Pengprov Cabang Olahraga harus dibangun berdasarkan prinsip kemitraan, keterbukaan dan saling menghormati.

Peran Strategis KONI Kota dan Kabupaten 

KONI Kabupaten dan Kota tidak boleh hanya menjadi pemilik suara. Satu hal yang juga perlu diperkuat setelah Musorprov adalah posisi KONI Kabupaten maupun Kota sebagai bagian penting dari sistem olahraga Jawa Barat.

“KONI Kabupaten maupun Kota tidak hanya berperan ketika Musorprov berlangsung. Mereka merupakan ujung tombak pembinaan olahraga di daerah,” ungkapnya

Oleh karena itu, sambung Ahmad, diperlukan komunikasi yang lebih terstruktur antara KONI Jawa Barat dan seluruh KONI Kabupaten maupun Kota.

“Target prestasi Jawa Barat tidak mungkin dicapai tanpa memperkuat kapasitas dan kinerja daerah,”sebutnya.

Kepemimpinan 2026–2030 Harus Meninggalkan Sistem

Ahmad menambahkan, Musorprov 2026 jangan hanya menghasilkan seorang Ketua. Musorprov harus menghasilkan arah baru bagi olahraga Jawa Barat.

“Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu meninggalkan sesuatu yang lebih besar dari pada sekadar prestasi dalam satu ajang,” tambahnya.

Ahmad berpendapat bahwa hal yang perlu diwariskan adalah:

– Sistem pembinaan yang lebih terukur.

– Basis data atlet dan pelatih yang semakin baik.

– Pemanfaatan sport science dan teknologi.

– Tata kelola organisasi yang professional.

– Hubungan KONI dan cabang olahraga yang lebih sehat.

– Koordinasi antara KONI Provinsi dan Kabupaten maupun Kota yang lebih kuat.

– Serta sumber pembiayaan olahraga yang semakin beragam dan berkelanjutan.

“Inilah yang kami maksud sebagai legacy kepemimpinan. Kami tidak memandang pemilihan Ketua KONI Jawa Barat semata-mata sebagai persoalan memilih individu. Kami memandangnya sebagai pilihan terhadap arah organisasi untuk 4 tahun ke depan,” ujar Ahmad.

Ahmad kembali mengungkapkan, tentunya keputusan akhir berada di tangan masing-masing pemilik suara dan harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi organisasi.

“Namun, kami percaya bahwa dalam menentukan pilihan, seluruh KONI Kota maupun Kabupaten dan Pengprov Cabang Olahraga perlu melihat lebih jauh dari pada sekadar siapa yang memiliki dukungan terbanyak,” tuturnya.

Lihat siapa yang mampu, tambah Ahmad, menyatukan, lihat siapa yang mampu mengelola dan lihat siapa yang mampu membangun sistem.

“Dan yang paling penting, lihat siapa yang mampu membawa seluruh kekuatan olahraga Jawa Barat berjalan bersama,” pungkasnya. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Kemnaker–Unsoed Siapkan Akses Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni
NTB Raih Tiga Penghargaan Kemendagri, Gubernur: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi
Darurat Kepemimpinan & Inkompetensi “Candu Birokrasi Kota Sukabumi”
Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan
Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:15 WIB

Jabar Butuh Pemimpin KONI Yang Mampu Menyatukan Kekuatan Olahraga

Sabtu, 19 September 2026 - 11:47 WIB

Kemnaker–Unsoed Siapkan Akses Kerja bagi Mahasiswa dan Alumni

Sabtu, 19 September 2026 - 10:51 WIB

NTB Raih Tiga Penghargaan Kemendagri, Gubernur: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Jumat, 18 September 2026 - 19:30 WIB

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Darurat Kepemimpinan & Inkompetensi “Candu Birokrasi Kota Sukabumi”

Berita Terbaru

 Teks Photo: Ahmad Fakhrizal, S.IP, MM (Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sukabumi)

Berita Daerah

Jabar Butuh Pemimpin KONI Yang Mampu Menyatukan Kekuatan Olahraga

Senin, 21 Sep 2026 - 22:15 WIB

Photo: Akun Tiktok Hapus Konten

Seputar Bekasi

Viral Sehari, Tiktok Kertas Suara Tercoblos Pilkades Serang Dihapus

Senin, 21 Sep 2026 - 08:30 WIB