BERITA BEKASI – Lurah Kebalen, Andika Journalisandi, S.STP, MAP, memanggil 13 Ketua RW Kebalen yang dilintasi Kali Skunder BUT yang selalu dipenuhi sampah, Senin (21/9/2026).
Selain 13 Ketua RW, Andika juga mengundang pihak PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Kebalen, UPTD Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Babinsa dan Bimaspol setempat.
Dalam kata pembukanya, Andika menegaskan, persoalan sampah di Kebalen merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya unsur Pemerintah atau Cabang PDAM Tirta Bhagasasi.
“Karena muara sampahnya terbawa arus dan menumpuk di titik Kali Skunder BUT dekat PDAM Tirta Bhagasasi, bukan berarti PDAM sendiri yang dibebani tanggung jawab,” terang Andika.
Tapi, kata Andika, hulu yang tidak terjaga dengan baik juga menjadi penyumbang keberadaan sampah semakin parah, sehingga Kali Skunder BUT terlebih terlihat seperti TPS liar.
“Kedepannya setiap wilayah RW kita akan melakukan skat, sehingga nanti saat kita evaluasi bisa ketawan tumpukan sampah terbanyak ada diwilayah RW mana?,” ujar Andika.
Skat ini, sambung Andika bagian dari salah satu usaha untuk bisa mengidentifikasi sampah dimasing-masih wilayah yang dilintasi Kali Skunder BUT, wilayah Kelurahan Kebalen.
“Oleh karena itu, para RW yang diundang hari ini ke Kelurahan untuk sama-sama kita memecahkan persoalan sampah diwilayah Kebalen yang belakangan sering viral,” ucapnya.
Dalam pertemuan itu, Andika juga mengingatkan para Ketua RW, terkait keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) diwilayah Kebalen yang terus meningkat jumlahnya.
“Keberadaan PKL juga perlu dipantau, kemana membuang sampah dagangannya mengingat sering dijumpai beberapa titik lokasi pinggir Jalan Raya ada karung isi sampah,” tuturnya.
Andika berujar, bukan bermaksud ingin mendiskreditkan para PKL yang berada diwilayah Kebalen, tapi wajib tahu apakah sampah mereka sudah ada yang mengambil atau belum.
“Kalau ternyata para PKL ini, sampahnya tidak ada yang mengambil pertanyaannya kemana mereka membuangnya? Kan ini perlu juga ditanyakan sebagai evaluasi,” imbuhnya.
Selain itu, Andika juga sempat menyoal soal program bank sampah dimasing-masing RW sebagai bagian dari upaya mengurangi keberadaan sampah dilingkungan masyarakat.
“Program bank sampah ini juga perlu digalakan, karena bagian usaha kita untuk mengurangi sampah plastic seperti botol air mineral,” tandasnya.
Usai rapat, Lurah Andika bersama para RW, UPTD LH, Babinsa dan Bimaspol, turun tinjau ke lapangan dari Wisma Asri sebagai wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. (Tim)






