BERITA BEKASI – Fenomena menarik atau menghapus konten di media social seperti di akun Tiktok yang dianggap dapat menganggu pihak yang punya kepentingan menjadi hal biasa.
Terutama, terhadap konten dugaan atau isu kecurangan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) seperti yang terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Pasalnya, konten yang berisi temuan adanya dugaan kecurangan kertas hak suara yang sudah tercoblos atas nama Tiara Anggara warga RT 001 RW 005, Desa Serang, mendadak dihapus.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tombak Keadilan Rakyat (TKR), Agus Budiono mengatakan, isu kecurangan Pilkades ditingkat Desa sangat sensitif dan cepat memicu gesekan antar pendukung.
“Pastinya penghapusan itu dilakukan guna meredam ketegangan masyarakat, terlepas dari pihak siapa yang punya kepentingan,” terang Agus kepada Matafakta.com, Senin (21/9/2026).
Platform, kata Agus seperti akun TikTok bisa menurunkan konten secara kilat, terkait temua-temuan yang dianggap menarik untuk diketahui public dari pemilik akun tersebut.
“Tapi bisa juga pihak berwenang atau siber biasanya berkoordinasi dengan platform untuk membatasi konten yang berpotensi memicu kerusuhan di wilayah Desa tersebut,” ucapnya.
Namun hal tersebut, lanjut Agus, platform tidak bisa secepat itu kecuali pemilik akunnya sendiri yang menghapus, karena akun Tiktok “Bekasi Masih Kusut” sampai sekarang terus merujak.
“Kalau bicara belum ada keputusan hukum buktinya akun ‘Bekasi Masih Kusut’ bebas terus merujak melalui opini negative yang menyerang berbagai pihak,” sindirnya.
Untuk itu, tambah Agus, terkait konten Tiktok yang sempat mempublis dugaan kecurangan kertas suara yang sudah tercoblos dihapus disinyalir dari pemilik akunnya sendiri.
“Ya, kalau dari pemilik akun Tiktoknya sendiri tentu kita tidak tahu apa alasannya kok kontennya dihapus ya cuma pemilik akun tersebut yang tahu alasannya,” pungkas Agus. (Tim)






