Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Segel Simbolis SIMPUL Terhadap Kantor Dinas PU Sukabumi

Photo: Segel Simbolis SIMPUL Terhadap Kantor Dinas PU Sukabumi

BERITA SUKABUMI – SIMPUL Sukabumi telah melakukan aksi penyampaian aspirasi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam aksinya, SIMPUL menyoroti pengelolaan anggaran survei jalan dan jembatan di tengah kebijakan efisiensi serta dugaan penyimpangan dalam kegiatan Irigasi Cicatih, Kecamatan Cikembar.

Survei Jalan Dipertanyakan di Tengah Efisiensi

Salah satu sorotan utama SIMPUL Sukabumi adalah kegiatan survei jalan dan jembatan yang dinilai perlu dievaluasi, khususnya apabila terdapat dugaan pendataan atau survei terhadap objek yang sama secara berulang.

Kordinator Simpul Sukabumi, Norman Irawan mempertanyakan, efektivitas penganggaran survei tersebut ditengah kebijakan efisiensi anggaran.

Padahal, pemetaan kebutuhan jalan dan jembatan dapat dihimpun melalui Musrenbang, aspirasi DPRD, maupun laporan masyarakat.

“Setelah kebutuhan dan lokasi teridentifikasi, verifikasi lapangan dapat dilakukan oleh tenaga teknis internal Dinas Pekerjaan Umum dengan memanfaatkan data teknis dan inventarisasi infrastruktur yang telah dimiliki Pemerintah Daerah,” terang Norman, Kamis (17/9/2026).

Oleh karena itu, SIMPUL Sukabumi meminta penjelasan apakah kegiatan survei yang dianggarkan tersebut benar-benar memiliki kebutuhan dan output yang berbeda atau terdapat pekerjaan yang berpotensi tumpang tindih dengan data dan kegiatan sebelumnya.

“Ditengah efisiensi anggaran, Simpul menilai setiap belanja harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas, output yang terukur serta manfaat yang dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dugaan Penyimpangan Irigasi Cicatih

Selain persoalan survei, SIMPUL Sukabumi juga menyoroti kegiatan Irigasi Cicatih Cikembar yang masih perlu diverifikasi. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai tahun 2022 silam dengan anggaran sekitar Rp8-9 miliar.

Namun, sambung Norman, pada tahun-tahun berikutnya masih terdapat penganggaran yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

“Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status penyelesaian pekerjaan, nilai kontrak, realisasi pembayaran, progres fisik, volume pekerjaan serta dasar munculnya kembali anggaran pada tahun-tahun berikutnya,” cetus Norman.

Norman menegaskan, SIMPUL Sukabumi menduga terdapat potensi penyimpangan yang perlu diperiksa, termasuk kemungkinan ketidaksesuaian antara kontrak, pembayaran, progres, volume, kualitas dan kondisi fisik pekerjaan di lapangan.

Dugaan Keterkaitan Bupati Saat Menjabat Kepala Dinas PU

SIMPUL Sukabumi juga meminta penelusuran terhadap dugaan keterkaitan Bupati Sukabumi, Asep Japar dalam rangkaian kegiatan Irigasi Cicatih pada saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Sukabumi.

“SIMPUL Sukabumi tidak menyimpulkan bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana. Namun, periode tersebut perlu ditelusuri berdasarkan dokumen dan kewenangan masing-masing pihak, mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan hingga pembayaran,” ucapnya.

Norman menyebutkan, SIMPUL meminta agar seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam kegiatan tersebut diperiksa berdasarkan bukti dan dokumen yang sah.

Penyegelan Simbolis

Dalam aksi tersebut, SIMPUL Sukabumi juga melakukan penyegelan simbolis di bagian depan Gedung Dinas Pekerjaan Umum sebagai bentuk kritik dan penegasan perlunya evaluasi terhadap kinerja serta pengelolaan anggaran Dinas PU.

Tulisan yang dipasang berbunyi: “GEDUNG INI DALAM PENGAWASAN DAN EVALUASI KINERJA DINAS PEKERJAAN UMUM”. Penyegelan tersebut merupakan simbol penyampaian aspirasi dan fungsi kontrol sosial.

“SIMPUL Sukabumi meminta keterbukaan terkait anggaran survei jalan dan jembatan, daftar objek dan hasil survei, serta seluruh dokumen terkait kegiatan Irigasi Cicatih, termasuk kontrak, pembayaran, progres, volume, kualitas pekerjaan dan dasar penganggaran pada tahun-tahun berikutnya,” cetus Norman lagi.

SIMPUL Sukabumi menegaskan, bahwa seluruh dugaan tersebut perlu diuji melalui keterbukaan data, evaluasi, audit dan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

“Aksi ini dilakukan dalam rangka menyampaikan aspirasi dan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pengelolaan anggaran serta kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB