BERITA JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto memimpin langsung upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 5 anggota Polda Metro Jaya yang terbukti melakukan pelanggaran berat yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Kamis (2/1/2025).
Dalam upacara tersebut, Irjen Pol Karyoto menyampaikan sejumlah pesan tegas kepada seluruh jajaran Kepolisian. Ia menyoroti pentingnya menjaga integritas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri, sekaligus memberikan peringatan keras agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pada hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti pelaksanaan upacara PTDH anggota Polda Metro Jaya yang telah melakukan pelanggaran berat,” ujar Kapolda dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Irjen Pol Karyoto menekankan, menjadi anggota Polri adalah kebanggaan yang tidak semua orang bisa raih. Ia mengingatkan pentingnya menekuni profesi ini dengan penuh dedikasi.
“Saya kembali mengingatkan bahwa sudah banyak anak muda yang dilantik menjadi anggota Polri dan membuat kebanggaan bagi keluarga. Tidak semua dapat lolos seleksi menjadi anggota Polri dan ingatlah itu adalah sebuah perjuangan,” katanya.
Terkait pelanggaran yang dilakukan para anggota, Kapolda Irjen Pol. Karyoto menyebut ada berbagai kasus yang mencoreng nama institusi.
Pada bulan Desember 2024, total 31 anggota Polda Metro Jaya diberhentikan antara lain 8 orang, terkait kasus penyalahgunaan narkoba, 15 orang kasus disersi, 1 orang kasus tindak pidana penggelapan atau penipuan, 4 orang kasus perselingkuhan, 2 orang kasus nikah sirih dan 1 orang terlibat LGBT.
“Dari total tersebut, 5 orang berasal dari satuan kerja Mapolda. Sementara 26 lainnya bertugas dijajaran Polres. Upacara PTDH untuk anggota ditingkat Polres dilakukan dimasing-masing wilayah agar memberikan efek jera,” ujarnya.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya pembinaan internal yang kuat disetiap satuan kerja. Para komandan dan atasan dihimbau laksanakan fungsi pembinaan terhadap anggotanya masing-masing, lakukan Waskat dan Wasdal secara maksimal.
“Kita semua beragama. Oleh karena itu, saya mengingatkan kembali bahwa ikuti syariat agama masing-masing untuk menjadi alat kontrol bagi diri kita dalam membedakan apa yang baik dan buruk,” tegasnya.
Peristiwa hari ini, tambah Kapolda, menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar jangan terulang kembali. Jangan sakiti dirimu dan jangan sakiti keluargamu
“Dengan adanya upacara PTDH ini, diharapkan tidak ada lagi pelanggaran yang dapat merusak citra dan nama baik institusi Kepolisian dimasa mendatang,” pungkasnya. (Tyo)