Ngaku Pegawai Kejaksaan AM Ditangkap PAM SDO

- Jurnalis

Selasa, 25 Juni 2024 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Apes benar AM yang mengaku sebagai pegawai Kejaksaan RI di Kabupaten Probolinggo, malah ditangkap Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo, Senin (24/6/2024).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar mengatakan, penangkapan AM dilakukan di Desa Sumberkedawung, Kecamatan, Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Jumat 21 Juni 2024 sekitar Pukul 21.00-23.00 WIB.

Hasil pemeriksaan kata Harli, AM mengaku sebagai pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan yang menjanjikan kepada korban bisa masuk sebagai pegawai di Kejari Probolinggo dengan membayar sejumlah uang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adapun rangkaian kegiatan pengamanan tersebut berawal dari kegiatan pengumpulan data dan bahan keterangan oleh Tim PAM SDO terhadap korban berinisial DAU,” terang Harli dalam keterangannya.

Selanjutnya, Tim PAM SDO Kejari Kabupaten Probolinggo mengantarkan korban ke Polres Probolinggo untuk membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Lalu, PAM SDO melakukan koordinasi dengan Tim Reserse Kriminal Polres Probolinggo untuk melakukan penangkapan dan pengamanan terhadap terlapor.

“Terlapor ditangkap beserta barang bukti yaitu ID Card Kejaksaan korban, pakaian sipil dengan badge Kejaksaan, nametag, sabuk Kejaksaan dan pangkat Kejaksaan,” terangnya.

Selanjutnya, pelaku AM di bawa ke Polres Probolinggo untuk dilakukan pemeriksaan dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Probolinggo untuk proses lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Saudari AM sejak tahun 2021 mengaku sebagai Pegawai Kejari Pasuruan,” ulasnya.

Pada awal tahun 2024 pelaku menghubungi ayah korban DAU dengan mengatakan hendak menjadikan DAU sebagai pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo, karena telah berdinas di Kejari Kabupaten Probolinggo.

Kemudian, korban mengaku dimintai uang senilai Rp12.000.000 dan telah membayar Rp7.300.000 kepada pelaku AM dengan alasan biaya pendaftaran dan seragam Kejaksaan.

“Selanjutnya Saudari AM memberikan satu seragam Kejaksaan dan dua seragam batik serta badge kepada korban DAU,” kata Harli.

Selain DAU, Harli mengatakan bahwa terdapat dua orang kerabat lainnya yang menjadi korban dan telah menyerahkan uang.

“Korban AS senilai Rp12.000.000 dan MW senilai Rp5.600.000 dengan iming-iming menjadi pegawai Kejari Probolinggo dan diberikan seragam serta badge Kejaksaan,” ujarnya.

Pihaknya juga mendapat informasi bahwa AM merupakan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LP-KPK di Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.

Dalam menjalankan aksinya, Harli menyebut jika korban DAU mengatakan AM mengaku bekerja sebagai Pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo yang pindah dari Kejari Pasuruan.

“Dengan dilakukannya pengamanan terhadap AM akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Probolinggo,” kata dia.

Harli menyebut jika kegiatan Pengamanan Sumber Daya Organisasi yang dilakukan oleh Tim PAM SDO Kejari Kabupaten Probolinggo merupakan bentuk upaya cipta kondisi.

“Untuk terciptanya kepercayaan masyarakat terbadap Institusi Kejaksaan RI pada umumnya dan Kejari Kabupaten Probolinggo khususnya,” pungkas Harli. (Sofyan)

Berita Terkait

Hamili Pacar, Oknum Wakepsek di Kabupaten Bekasi Ogah Tanggung Jawab
Polda Jateng Berhasil Bekuk Kelompok Residivis Perampok Toko Emas
Proses Hukum Kasus Pacar Ogah Tanggung Jawab Polisi Segera Jerat Pelaku
Dagangi Anak Dibawah Umur, MPK Apresiasi Gerak Cepat Polres Kota Bekasi
Peras Korban Rp1 Miliar, 10 Wartawan Gadungan Direngkus Polres Tangerang Kota
2 Pria Pelaku Curanmor Babak Belur di Amuk Massa di Bekasi Jaya
Polsek Taman Sari Jakbar Bakal Segera Tindak Pelaku Pemerkosa ABG
Kasus MAN 1 Kota Bekasi, Sekjen BPPK RI: Kok Bisa Perusahaannya Fiktif
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 06:44 WIB

Pengamat Hukum Kritisi Kejagung Soal Tersangka Korupsi Timah Tak Ditahan

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:21 WIB

Penipuan Oknum Pendeta Rp53 Miliar Masyarakat Minta GBI CK-7 Ditutup

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:58 WIB

Ini Kata Ketua JNW Seputar Pro Kontra Pembatalan Proyek PSEL Kota Bekasi  

Rabu, 10 Juli 2024 - 19:00 WIB

Di Quotient TV, Alvin Lim: Nasib IKN Jika Tanpa 9 Naga

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:02 WIB

Prapid Judol, Hakim Tunggal PN Jakpus Peringatkan Satgas dan Penyidik Polri

Rabu, 10 Juli 2024 - 09:53 WIB

Jiwa “Korsa” Jampidum Soal Puluhan Senpi Tak Dimusnahkan Dipertanyakan

Selasa, 9 Juli 2024 - 17:33 WIB

7 Tahun Sudah Proses Hukum Hak Prof. Ing Mokoginta Tanpa Kejelasan

Selasa, 9 Juli 2024 - 16:55 WIB

Waduh…!!!, Kasus Senpi Ilegal Sudah Inkrah Barbuk-nya Kemana?

Berita Terbaru

Foto: Titik - Titik Lokasi Proyek

Seputar Bekasi

LIAR Soroti Kerugian Negara Pada Proyek Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi

Jumat, 12 Jul 2024 - 15:34 WIB

Foto: Kades Karang Rahayu Ino Herawati Saat Digiring Petugas Kejari Kabupaten Bekasi

Seputar Bekasi

Kades Karang Rahayu Ino Herawati Jadi Tersangka Sewa Tanah Kas Desa

Jumat, 12 Jul 2024 - 14:59 WIB

Foto: Ketua FKMPB Eko Setiawan Bersama Kepala Desa Sumber Jaya, Sofyan Hakim

Seputar Bekasi

FKMPB Ucapkan Selamat Atas Perpanjangan Jabatan Kades Sumber Jaya

Jumat, 12 Jul 2024 - 12:34 WIB