MAKI Minta Penyidik Pidsus Kejagung Telusuri “Uang Jajan” Sandra Dewi

- Jurnalis

Kamis, 4 April 2024 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kordinator KAMI: Boyamin Saiman

Kordinator KAMI: Boyamin Saiman

BERITA JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai sudah semestinya Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), memanggil Sandra Dewi yang merupakan istri dari tersangka, Harvey Moeis.

“Sudah seharusnya dan sudah semestinya Penyidik Kejagung memanggil Sandra Dewi. Karena dia istri Harvey Moeis yang jadi tersangka korupsi tata niaga timah,” kata Boyamin, Kamis (4/4/2024) siang.

Bonyamin menyinggung soal hadiah mewah yang diterima Sandra Dewi dari Harvey Moeis, seperti mobil Rolls Royce, Mini Cooper dan jet pribadi. Menurutnya, hal tersebut perlu diklarifikasi oleh Penyidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena di catatan media sosial, Sandra Dewi pernah dapat mobil Roll Royce, Mini Cooper, bahkan Jet pribadi yang saya yakin nilainya mahal. Jika Harvey Moeis diduga menerima uang pengelolaan timah, maka otomatis sebagai istri mendapatkan uang-uang tadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Advokat Kondang Alvin Lim Buka Konsulting Keuangan Options Amerika

“Minimal diminta keterangan menerima aliran dana. Soal tahu tidak tahu asalnya urusan lain. Lalu harus ditanya apakah tahu pekerjaan suami? Termasuk apakah tahu atau tidak asal uang? Tiga pertanyaan ini harus diklarifikasi,” tambah Boyamin.

Sebab menurut Boyamin, kehadiran Sandra Dewi di Kejagung dipastikan untuk menjelaskan asal usul “uang jajan” serta pemberian mobil-mobil mewah maupun kepemilikan pesawat pribadi milik Sandra Dewi dari Harvey Moeis, suaminya.

Boyamin mengatakan, jika Sandra Dewi terbukti tidak mengetahui asal usul uang tersebut, maka ia tetap berstatus sebagai saksi. Namun, ada konsekuensi lain yaitu uang yang dikelola dan disimpan Sandra Dewi bisa disita Kejagung, karena diduga hasil korupsi.

Baca Juga :  Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

“Minimal untuk membayar uang kerugian pengganti negara. Itulah Proses yang haru dijalani Sandra Dewi atas persoalan hukum yang menimpa suaminya,” tutur Boyamin.

Boyamin juga mencontohkan kasus Eddies Adelia yang pernah menjadi tersangka dan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan atas kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan suaminya.

“Apakah Sandra Dewi kena tindak pidana pencucian uang bisa saja. Terserah Penyidik, tergantung pengetahuan. Kalau betul-betul tidak tahu, pemberian sebagai hadiah ya sebagai saksi. Paling utama penyidik Kejagung harus menyita harta-harta yang diserahkan Harvey Moeis dan pemberian yang diberikan Harvey Moeis. Kalau tidak disita ya diblokir,” pungkas Boyamin. (Sofyan)

Berita Terkait

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk
Advokat Kondang Alvin Lim Buka Konsulting Keuangan Options Amerika
Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi
Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin
Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam
Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya
Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin
Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 19:42 WIB

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Jumat, 19 Juli 2024 - 23:28 WIB

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:29 WIB

Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:19 WIB

Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:00 WIB

Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:59 WIB

Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:16 WIB

Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:55 WIB

Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri

Berita Terbaru

Kejaksaan Negeri Blitar

Berita Daerah

Kado HBA, Kejari Blitar Rilis Capaian Kinerja

Senin, 22 Jul 2024 - 08:24 WIB

Foto: Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma

Seputar Bekasi

Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”

Minggu, 21 Jul 2024 - 23:59 WIB

Ilustrasi Judi Online

Berita Utama

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:42 WIB

Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA)

Berita Daerah

KKM UNIBA Kelompok 63 Gelar Pengobatan Gratis di Sukajadi Carita

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:16 WIB