Bau Amis Dalam Kasus UOB Kayhian Sekuritas Mulai Tercium

- Jurnalis

Selasa, 19 Desember 2023 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LQ Indonesia Law Firm

LQ Indonesia Law Firm

BERITA JAKARTA – UOB Kayhian Sekuritas dilaporkan para nasabah atas hilangnya dana mereka yang diduga digelapkan oleh konspirasi oknum UOB, Vincent, Michael, Agung dan Direktur Utamanya, Yacinta Fabiana Tjang melalui perjanjian kerjasama.

Para korban melapor ke kepolisian dan tercatat beberapa laporan polisi timbul dari beberapa Kantor Hukum atau Law Firm yang masing-masing melaporkan ke unit kepolisian yang berbeda.

LQ Indonesia Law Firm melapor ke Mabes dan laporan polisi dilimpah ke Polda Metro Jaya. Sementara, Law Firm lain, laporan polisi mereka diproses di Mabes Tipideksus, Subdit 2 dan Subdit 5.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beredar kabar, bahwa UOB Kayhian Sekuritas akan membuka blokiran rekening penampungan uang yang digelapkan dan akan dibagikan ke pihak tertentu.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas LQ Indonesia Law Firm, Bambang Hartono mengatakan, pihaknya mendapat info bahwa korban UOB Kayhian Sekuritas yang diproses di unit 5 akan dibayarkan full kerugian sejumlah Rp30 miliar.

“Sedangkan, korban yang melapor ke Subdit 2 dan Polda Metro Jaya belum ada kejelasan penyelesaian,” terang Bambang kepada awak media, Selasa (19/12/2023).

Baca Juga :  AMPUH: Baiknya Pengusul Hak Angket Pertimbangkan Masukan Wakil Ketua MPR

Disinyalir, kata Bambang, ada dugaan mafia hukum bermain mengingat Lawyer yang dipakai UOB Kay Hian Sekuritas diketahui pernah divonis bersalah dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menangani kasus, Eddy Sindoro.

“Keanehannya adalah kenapa yang diselesaikan hanya korban yang diproses di Subdit 5? Juga UOB Kay Hian Sekuritas tidak seharusnya membuka blokir tanpa kejelasan penyelesain seluruh korban,” tegasnya.

“Tolong OJK dan KPK atensi kasus ini, disinyalir mafia hukum bekerja dan ada kongkalikong dan mufakat jahat antara mereka,” tambah Bambang menduga.

Dikatakan Bambang, penanganan perkara yang tebang pilih akan menimbulkan aroma amis dan busuk, terutama Direktur Tipideksus yang jelas mengetahui bahwa ada 2 laporan polisi di Subdit 2 dan 5 namun hanya menyelesaikan satu korban?.

“Ada apa, apakah Whisnu Hermawan tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Oknum yang tidak benar di kepolisian harusnya dicopot bukan dibiarkan bebas berkeliaran dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Masih kata Bambang, penanganan kasus yang tebang pilih jelas melanggar asas hukum equalitu before the law atau persamaan di mata hukum. Tidak mungkin ada kekhususan tanpa adanya dugaan suap dan gratifikasi, mohon KPK selidiki.

Baca Juga :  Lulus Sarjana Hukum, Phioruci Pangkaraya Susul Alvin Lim

“Banyaknya investasi bodong dan kejahatan keuangan seharusnya OJK segera cabut ijin UOB Kayhian Sekuritas dan bertindak tegas terhadap oknum penipu dan penggelap uang masyarakat,” ujarnya.

Hal seperti ini, sambung Bambang, dapat merusak tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Indonesia dalam penegakkan hukum dan keadilan bagi para korban penipuan dan konspirasi yang meraup puluhan miliar uang mereka.

“Yacinta tahu bahwa korban UOB Kay Hian banyak, tapi dengan sengaja melepaskan blokir tanpa kejelasan penyelesaian. Tentu hal ini patut dipertanyakan keterlibatan Yacinta yang menandatangani perjanjian kerjasama dengan oknum Vincent, Michael dan Agung,” ulasnya.

Dari awal, tambah Bambang, tidak ada itikat baik dan terkesan melempar tanggung jawab terhadap pihak lain. Hati-hati kepada masyarakat yang berurusan dengan nama UOB, karena jelas ada masalah, tapi tidak dibereskan dan malah lepas tanggung jawab.

“Dipakailah Lawyer yang punya catatan hitam Tipikor untuk menkondisikan dengan aparat kepolisian,” pungkas Bambang. (Indra)

Berita Terkait

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY
Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat
Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri
AMPUH: Baiknya Pengusul Hak Angket Pertimbangkan Masukan Wakil Ketua MPR
Ini Kata Kuasa Hukum Nasabah Prudential Bicara di Podcast Quotient TV
Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda
Lulus Sarjana Hukum, Phioruci Pangkaraya Susul Alvin Lim
Dalam Nota Pembelaan Dadan Sebut Oknum KPK Minta USD 6 Juta Dolar
Berita ini 633 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 18:34 WIB

Ceo MMP Desak Polres Wajo Proses Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:18 WIB

LSM LIAR Desak Polisi Proses Pemilik Dam Truck Lindas Bocah di Kebalen

Selasa, 20 Februari 2024 - 23:59 WIB

Dam Truck Lindas Bocah Hingga Tewas di Kebalen Dilimpahkan ke Polres

Senin, 19 Februari 2024 - 18:59 WIB

Pemilik Dam Truck Lindas Bocah Hingga Tewas di Kebalen Bisa Dipidana

Senin, 19 Februari 2024 - 14:56 WIB

Ini Identitas Bocah SD Terlindas Dam Truck di Kebalen Kabupaten Bekasi

Senin, 19 Februari 2024 - 13:05 WIB

Pulang Sekolah, Bocah SD di Kebalen Tewas Terlindas Truck Tanah

Senin, 12 Februari 2024 - 18:51 WIB

AWIBB Desak Polisi Tangkap Boss BBM Ilegal Aniaya Wartawan di Sumsel

Sabtu, 10 Februari 2024 - 12:47 WIB

Polemik Clauster Aurelia Setu Bekasi, RW Dengan Warga Nyaris Baku Hantam

Berita Terbaru

Foto: Kuasa Hukum, Finsensius Mendrofa

Berita Utama

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY

Selasa, 27 Feb 2024 - 21:43 WIB

Foto: Advokat Alvin Lim, SH, MH, M.Sc, CFP, CLA

Berita Utama

Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:35 WIB

Foto: Terpidana Setya Novanto (Setnov)

Berita Utama

Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:19 WIB

Ilustrasi

Peristiwa

Ceo MMP Desak Polres Wajo Proses Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Selasa, 27 Feb 2024 - 18:34 WIB

HUT Ke-28 Jikustik

Lifestyle

28 Tahun Jikustik Berkarya di Industri Musik Indonesia

Selasa, 27 Feb 2024 - 17:00 WIB