BERITA BEKASI – Kabarnya, Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan menggelar aksi lanjutan.
Aksi lanjutan kali ini, para siswa menuntut Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1, Babelan dan Ketua Komite Sekolah untuk mundur dari jabatannya.
Sebelumnya, para siswa SMAN 1 Babelan, sudah menggelar aksi pertamanya pada Selasa 25 November 2025 yang menuntut transparansi pengelolaan keuangan sekolah.
Aksi lanjutan ini, dipicu oleh respons yang dinilai tidak memuaskan dari pihak Sekolah dan Komite pasca-aksi pertama mereka yang menuntut transparansi.
Para siswa merasa bahwa tuntutan mereka mengenai kejelasan alokasi dana dan iuran sekolah belum ditanggapi secara serius dan transparan.
Menanggapi hal tersebut, salah satu orang tua siswa mengatakan, wajar jika para siswa SMAN 1 Babelan, melakukan aksi unjuk rasa di sekolahnya.
“Informasi yang saya dapat dana Boss-nya aja sekitar Rp1,8 miliar. Pastinya coba media tanya langsung,” kata sumber yang minta namanya dirahasiakan, Minggu (30/11/2025).
Diluar itu, lanjut sumber, di SMAN 1 Babelan, masih ada sumbangan siswa Rp1000 persiswa perhari untuk pembangunan Masjid yang belum selesai-selesai.
“Sekolah lain SNBP ngak bayar. Di SMAN 1 Babelan siswa bayar Rp50 ribu. Masih ada juga sumbangan kegiatan kelas Rp200 ribu dan renovasi kelas Rp500 ribu,” tuturnya.
Padahal, kata sumber, diawal aja untuk seragam masuk SMAN 1 Babelan, Rp2 juta belum lagi harus menambah saku anak untuk berbagai kegiatan sekolah.
“Ya, kalau dirasa atau dihitung-hitung kondisi sekarang lumayan berat juga. Tahu sendiri anak-anak sekarang kalau sudah atas nama kegiatan sekolah pastinya kita tambah saku lagi,” imbuhnya.
Untuk itu, tambah sumber, dirinya selaku salah satu orang tua siswa berharap pihak sekolah SMAN 1, Babelan, terbuka dan transaparan, terkait pengelolaan dana Boss-nya.
“Ya, wajarlah karena tahu sendiri sekarang kebutuhan kita aja sudah berat, ditambah lagi harus memikirkan segala kebutuhan dan keperluan anak kita sekolah,” pungkasnya. (Hasrul)






