BERITA BEKASI – Komisi IV DPRD Kota Bekasi diminta bersikap terbuka dan transparan, terkait hasil tuduhan perundungan atau bullying yang terjadi di Unity School Galaxy, Kota Bekasi yang sempat viral.
Hal tersebut dikatakan, Wakil Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago yang menyoroti kasus botol minuman yang berbuntut perizinan sekolah.
“Ya….harus memberikan keterangan ke public. Kan sempat ramai, tentu sangat mempengaruhi nama baik sekolah Unity School itu sendiri,” terang Delvin menanggapi Matafakta.com, Rabu (2/9/2026).
Sebab, kata Delvin, sejak awal Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menyatakan, dugaan perundungan di Unity School tidak terbukti kebenarannya setelah melalui proses klarifikasi serta penelusuran.
“Klarifikasi terhadap semua pihak terkait, termasuk peninjauan terhadap dokumentasi sekolah seperti CCTV yang tidak menunjukan terjadinya perundungan. Botol minuman itu jatuh sendiri dari meja,” ujarnya.
Meski begitu, Komisi IV DPRD Kota Bekasi tetap mengeluarkan surat rekomendasi yang meminta adanya evaluasi terhadap perizinan dan administrasi sekolah yang justru menjadi perhatian publik.
“Apa karena pelapornya istri dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Misbahudin yang tidak terima karena botol minuman anaknya jatuh dari meja sebagai sangkaan awal perundungan itu,” sindir Delvin.
Lebih jauh Delvin mengatakan, pemanggilan pihak sekolah Unity School keruang rapat Komisi IV DPRD Kota Bekasi yang menyoal perizinan tentu akan menganggu psikologis para orang tua siswa lainnya.
“Ya, pastinya begitu nantinya akan timbul bahasa-bahasa yang katanya akan ditutup dan sebagainya karena terkait perizinan. Inikan harus segera dijelaskan oleh Komisi IV DPRD Kota Bekasi,” ulas Delvin.
Delvin pun mengaku, sangat menyayangkan sikap Misbahudin selaku Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Kota Bekasi yang membiarkan polemik dugaan perundungan yang dilaporkan istrinya menjadi panjang.
“Kan sudah ada keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Condro Whibowo yang sudah menurunkan timnya ke sekolah Unity School Galaxi bahwa tidak ada kasus perundungan disana,” imbuhnya.
Tapi, tambah Delvin yang terjadi Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari kasus botol minuman jatuh berubah menjadi rekomendasi yang meminta adanya evaluasi terhadap perizinan dan administrasi sekolah.
“Nah…sekarang kesannya malah berbalik justru Unity School lah yang jadi korban bullying, karena persoalannya mengantung tanpa kejelasan setelah dipanggil Komisi IV DPRD Kota Bekasi dengan persoalan yang berbeda,” pungkas Delvin. (Roni)






