Waduh….Kejagung Rubah Press Room Wartawan Jadi Klinik Kesehatan?

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Agung RI

Kejaksaan Agung RI

BERITA JAKARTA – “Dengan menyediakan ruang khusus bagi wartawan “Press room”, Instansi Pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap keterbukaan informasi, sehingga memudahkan publik untuk memantau kinerja Pemerintah”.

Hal itu dikatakan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi, menyoroti sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang kurang berkenan dengan kehadiran para pewarta atau wartawan yang kesehariannya meliput.

“Keberadaan rekan media di Kejagung terkesan mulai digeser pelan-pelan. Sebab, rekan media sekarang tergeser keruang ganti baju Pengamanan Dalam atau Pamdal Kejagung. Tragis amat,” sindir Dede, Minggu (19/10/2025).

Lebih jauh Dede mengatakan, keberadaan rekan-rekan media disana (Kejagung) adalah dalam rangka untuk memenuhi hak public atau masyarakat yang ingin mendapatakan informasi seputar hukum, bukan justru malah disingkirkan pelan-pelan.

“Publik butuh media yang independen, bukan media milik Kejagung seperti Studio Radio Kejagung yang habis miliaran yang konon kabarnya berasal dari BCA yang kita ngak pernah tahu apa aja yang disiarkan,” sindirnya lagi.

Dede berujar, keberadaan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) di Kejagung selama ini cukup interns menyajikan berbagai pemberitaan yang menyangkut hukum baik Pidana maupun Korupsi.

“Uang rakyat jangan hanya dikelola untuk kebutuhan sendiri lah, tapi yang bersifat untuk mendukung memenuhi hak pulik juga wajib diberikan porsi. Masa rekan media dikasih ruangan buat ganti baju Pamdal Kejagung. Harusnya malu sama rakyat,” ucapnya.

Adanya fasilitas pendukung, lanjut Dede, seperti akses internet, ruang kerja atau press room dan tempat untuk mewawancarai narasumber akan meningkatkan efisiensi kerja wartawan yang meliput di Instansi tersebut.

“Wartawan dapat lebih mudah berinteraksi dan mengajukan pertanyaan kepada pejabat atau juru bicara Instansi, sehingga menghasilkan pemberitaan yang lebih mendalam dan akurat, bukannya malah keberadaan mereka digeser,” ujarnya.

Keberadaan press room di setiap Instansi Pemerintah tetap menjadi langkah ideal untuk mewujudkan Pemerintahan yang transparan dan kolaboratif dengan pers, bukan sebaliknya ruang press room-nya dirubah jadi Klinik Kesehatan Kejagung.

“Apa Kejagung mulai gerah karena adanya berita miring seperti kasus-kasus Jaksa bermasalah yang terkesan masih dilindungi seperti 5 Jaksa dalam kasus tilap barang bukti Fahrenheit, sehingga mulai berpikir mau menggeser rekan-rekan media,” pungkasnya. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB