BERITA BEKASI – NM (43) istri MR oknum Pemuka Agama sangkaan asusila anak angkat di Bekasi meceritakan perubahan ZA (22) anak yang dibesarkannya sejak usia 16 bulan pada 2005 silam.
Cerita itu diungkapkan NM sepanjang jalan sepulang dari Konferensi Pers di Kawasan Galaxi Pekayon, Kota Bekasi menuju pulang ke Kebalen, Kabupaten Bekasi, Rabu 1 Oktober 2025.
NM bercerita perubahan ZA itu dirasa setelah mengetahui bahwa dirinya bukanlah anak kandung MR. Ketika itu ZA sudah duduk dibangku kelas 2 Aliyah di Attaqwa Putri, Kebalen.
“Dia tahunya dari abang kandungnya yang datang ke sekolahan ZA. Kabar itu juga saya dikasih tahu suami saya, MR” tuturnya.
Misalnya, kata NM, kalau mau pergi dengan kendaraan pribadi, ZA selalu mau duduknya di depan dekat ayahnya. Sementara saya ibunya duduk dibelakang.
“Kadang kalau ditegor, suami saya bela udah bun biar aja ZA sudah gede, Ngalah aja kamu dibelakang,” jelas NM menirukan ucapan suaminya MR.
Begitu juga, sambung NM, ketika mau makan dirumah, bangku sebelah suaminya MR selalu lebih dulu diduduki ZA yang selalu mau dekat ayahnya MR.
“Bahkan saya pernah disuruh foto’in ZA sama MR lagi bergaya akrab berdua ketika kami menghadiri acara Majelis Taklim diluar daerah,” ungkapnya.
Masih kata NM, selama proses perubahan itu dirinya selalu berpikir positif keakraban seorang ayah sama anaknya, tidak pernah berpikir negative sama ZA dan suaminya MR.
“Sekali saya sempat keras sama ZA, ketika saya kaget memergoki suami saya MR dilantai atas lagi mengoleskan salap disekitar paha ZA. Saya bilang kan ada ibu kenapa sama ayah,” ucapnya.
“Ketika itu sempat saya cletukin ZA kamu mau mincing-mancing ayah. Ngak sopan kamu masa ayah kamu suruh oleskan salap disekitar selangkangan kamu,” sambung NM.
Ketika kejadian seperti ini, lanjut NM, dirinya mengaku kaget bahwa ternyata ZA sama suaminya MR, sudah mengkhianatinya dibelakang.
“Tapi ZA dalam podcast yang beredar ditonton jutaan orang mengaku korban dan tertekan. Ngak kebalik, justru saya disini sebagai korban. Anehkan,” imbuhnya.
Kata-kata saya, lanjut NM sebagai korban itu sangat jelas diungkapkannya dalam rekaman awal pertemuan ZA dan keluarganya awal membongkar prilaku suaminya MR.
“Dipertemuan itukan ZA sambil menangis didepan keluarga bilang tertekan makanya baru dibongkar sekarang. Banyak bukti foto yang menunjukan ZA tidak ada dalam tekanan,” jelasnya.
Untuk itu, NM meminta ZA harus jujur dalam hatinya jangan mempolitisir yang terus memanaskan situasi, sehingga ini dimanfaatkan pihak lain menjadi sebuah keuntungan.
“Meski saya tidak mengaminkan prilaku suami saya, tapi ini bukan pencabulan anak dibawah umur, tapi orang dewasa yang terjalin asmara terlarang kalau kata orang,” pungkasnya. (Ronny)






