BERITA BEKASI – Bareskrim Polri diminta serius tuntaskan perkara dugaan penggunaan identitas ganda istri Walikota Bekasi, Tri Adhianto yakni, Dwi Setyowati, S. Kom, MM alias Wiwiek Hargono.
Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi mengatakan, perkara tersebut sempat heboh dan menjadi buah bibir khususnya dikalangan masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Bareskrim Polri harus menjaga kepercayaan masyarakat jangan sampai ada tebang pilih dalam Penegakkan Hukum,” tegas Dede menanggapi Matafakta.com, Senin (8/9/2025).
Sebelumnya, kata Dede, desakan salah satu Ormas di Kota Bekasi terus mendorong untuk menuntaskan perkara yang sempat menghiasi beberapa pemberitaan media, namun sekarang hilang.
“Inikan preseden buruk bagi Penegakkan Hukum kita khususnya di Institusi Kepolisian, karena beberapa pihak sudah diperiksa, tapi akhirnya ngak jelas ending akhirnya. Sudah mau setahun,” sindir Dede.
Padahal, lanjut Dede, informasi terakhir Penyidik Bareskrim Polri sudah memeriksa Wakil Ketua II KORMI Kota Bekasi dan Bagian Hukumnya datang diperiksa mewakili Sekretaris KORMI, Kota Bekasi.
“Kasusnya, terkait dana hibah APBD Kota Bekasi kepada KORMI Kota Bekasi yang diketuai istri Walikota Bekasi, Tri Adhianto yang dikenal luas bernama, Wiwiek Hargono.
Kasus ini, kata Dede, berkaitan dengan dugaan pidana pemalsuan nama dalam Struktur Organisasi Cabor yang tidak sesuai dengan data kependudukan atas nama Ketua Umum KORMI Kota Bekasi.
“KORMI merupakan salah satu Organisasi Olahraga yang mendapatkan dana hibah dari APBD Kota Bekasi, tentu Pengurus dan Strukturnya harus dapat dipertanggung jawabkan,” imbuhnya.
Kerancuanya, sambung Dede, Kepengurusan KORMI Kota Bekasi dalam Struktur tertulis nama Ketua Hj. Wiwiek Hargono, S.Kom, MM.
“Tapi, berdasarkan data di Kartu Keluarga atau KK maupun KTP, nama asli Ketua KORMI bernama Dwi Setyowati, S. Kom, MM,” ujarnya.
Masih kata Dede, dualisme nama tentu merupakan bagian dari pembohongan publik dan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) karena diduga memiliki identitas ganda.
“Terlebih lagi itu dilakukan oleh seorang istri Walikota Bekasi, Tri Adhianto yang seharusnya bisa menjadi contoh atau panutan bagi masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, tambah Dede, dugaan adanya penyalahgunaan dalam pengelolaan Keuangan di Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Kota Bekasi.
“Padahal info terakhir Penyidik Bareskrim Polri katanya tinggal memeriksa Wiwik Hargono sebagai terlapor, tapi sampai sekarang malah tidak ada kabarnya lagi,” pungkas Dede. (Ronny)






