Kades Kohod: Enggak Ada yang Bisa Penjarain Gue, Sekalipun Presiden!

- Jurnalis

Minggu, 16 Februari 2025 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Desa Kohod, Arsin

Foto: Kepala Desa Kohod, Arsin

BERITA TANGERANG – Entah siapa yang berada dibelakang Kepala Desa (Kades) Kohod, Kecataman Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Arsin.

Pasalnya, Arsin sesumbar dengan Penasehat Hukum warga korban pagar laut, Henri Kusuma ia berujar “enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun Presiden!,” ucap Arsin.

Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap sama “iris kuping gue kalau Arsin bisa ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati.

Namun faktanya, setelah itu, Arsin menghilang bak ditelan bumi sejak kasusnya menjadi sorotan publik. Kantor Desa Kohod yang terletak di Jalan Kohod Kalibaru KM 2 pun sepi.

Kantor Desa tersebut terletak dipinggir Jalan Raya yang hanya bisa dilalui dua mobil kecil. Terdapat plang nama Kantor Desa Kohod dengan bangunan 2 lantai berwarna hijau.

Kasus pagar laut yang semakin memanas membuat sekitar 400 warga Desa Kohod yang tergabung dalam Gerakan Tangkap Arsin (GETAR) kini berusaha menemukan Arsin.

Pantauan awak media, Kantor Desa tampak sepi aktivitas hanya ada petugas wanita yang mengenakan seragam putih layaknya petugas Kelurahan dan dua pria berpakaian bebas.

Namun, berdasarkan informasi yang didapat, kantor Desa itu kini dipenuhi oleh pendukung setia Arsin sejak kasus ini mencuat.

Tidak jauh dari Kantor Desa, rumah Arsin yang besar dan mencolok tampak sepi, hanya dijaga oleh sejumlah pria besar yang disebut sebagai Pasukan Pengaman Desa (Paspamdes).

Setiap orang yang mendekat, termasuk wartawan, langsung diawasi dengan tatapan tajam. Bahkan, penjaga warung disekitar rumah Arsin pu tidak tahu dengan keberadaan Arsin.

Informasi yang beredar, Arsin dipandang bak seorang “Raja” oleh para pendukungnya, namun sangat berbeda bagi warga yang menentangnya.

Sejak menjabat tahun 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya.

“Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Dimata warga, Arsin seperti monster. Apa pun yang dia bilang harus diikuti warga,” pungkas Hendri. (Red/Tribun.com)

Berita Terkait

NTB Raih Tiga Penghargaan Kemendagri, Gubernur: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi
Darurat Kepemimpinan & Inkompetensi “Candu Birokrasi Kota Sukabumi”
Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan
Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:51 WIB

NTB Raih Tiga Penghargaan Kemendagri, Gubernur: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Jumat, 18 September 2026 - 19:30 WIB

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Darurat Kepemimpinan & Inkompetensi “Candu Birokrasi Kota Sukabumi”

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Berita Terbaru

Photo: Mantan Jampidsus Kejagung: Febrie Ardiansyah.

Berita Utama

Benarkah Kejagung Tak Menyita Rumah Pribadi Eks Jampidsus Febrie?

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:42 WIB

Photo: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Nasional

Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:41 WIB

Teks Photo: Puluhan PC PMII Saat Mengelar UNRAS Di Depan Kantor DLH Kota Sukabumi

Berita Daerah

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:30 WIB