Korban Pengeroyokan di Bekasi Kecewa Dengan Polsek Tambun

- Jurnalis

Selasa, 19 Juli 2022 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Pengeroyokan Edi Wibowo

Korban Pengeroyokan Edi Wibowo

BERITA BEKASI – Korban pelapor Edi Wibowo kecewa dengan jawaban penyidik Unit 2 Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tambun yang menangani kasus pengeroyokan atau kekerasan yang menimpa dirinya di CS Kafe Ruko Metland Tambun pada Minggu 13 Juni 2022 lalu.

Menurut Dedi apa yang menimpa dirinya merupakan perbuatan criminal murni, karena kekerasan yang diterima bersama rekannya Hendri, telah meninggalkan luka lebam akibat pukulan yang dilakukan beberapa orang yang diketahui merupakan anggota dan pimpinan sebuah Ormas di Bekasi.

“Sudah satu bulan lebih saya tidak menerima SP2H atau perkembangan penyidikan. Ternyata, tadi saat saya datang ke Polsek Tambun, SP2HP-nya ada diruangan penyidik. Tahu belum sampai atau memang tidak dikirim,” katanya kecewa, Selasa (19/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat SP2HP, sambung Edi, sudah ditangannya saat ke Polsek Tambun ternyata belum juga ada perkembangan yang berarti terkait laporan polisinya dengan alasan masih menunggu keterangan saksi. Salah satunya adalah saksi anak dari pemilik CS Kafe tempat kejadian perkara.

“Ya, harus bersabar lagi. Padahal hasil visum dan saksi rekannya dan pengakuan pelaku sudah cukup kecuali terlapor tidak mengakui perbuatannya. Buktinya pihak terlapor sudah mendatangi rumah berniat ingin berdamai, tapi saya sedang tidak berada dirumah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bebaskan Charlie Chandra, Alvin Lim Ungkap Strategi Kemenangan Lawan 9 Naga

Untuk itu, lanjut Edi, dirinya meminta penyidik Unit 2 Reskrim Polsek Tambun, serius menangani kasus pengeroyokan atau aksi kekerasan yang menimpanya bersama rekannya yang saat kejadian berusaha melerai aksi kekerasan yang dilakukan beberapa orang anggota Ormas yang tidak diketahui duduk masalahnya.

“Saat kejadian itu ada sekitar 10 orang, tapi yang melakukan pemukulan ada 3 atau 4 oranglah karena suasananya gelap. Saya baru keluar dari toilet tiba – tiba terjadi penyerangan itu dan ngak tahu apa masalahnya,” tandas Edi.

Sementara itu, Hendri rekan korban yang juga terkena pukulan saat berusaha melerai kejadian malam itu mengatakan, harusnya pihak kepolisian langsung melakukan penahanan terhadap para pelaku kekerasan sehingga tidak bisa menghilangkan barang bukti ataupun intimidasi kepada siapapun.

“Pertanyaannya kenapa saksi yang masih ditungguin polisi dipanggil tidak datang? atau sengaja untuk memperlambat atau berusaha untuk tidak memenuhi unsur karena kurang saksi?. Padahal hasil visum ada dan keterangan saksi salah satu saya apa kurang cukup,” sindir Hendri.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Korban Investasi Bodong DNA Pro Buatkan Surat Terbuka

Diungkapkan Hendri, informasi terakhir yang diterimanya bahwa saat kejadian aksi kekerasan itu anak dari pemilik CS Kafe sempat memiliki rekaman, tapi rekaman tersebut kabarnya sudah kena intimidasi dari para terduga pelaku untuk segera dihapus.

“Ya, karena para terlapor atau pelaku tidak segera ditahan. Tapikan sekarang terbukti sudah ada pengakuan dengan sempat mendatangi kediaman korban Edi dan ditambah lagi hasil visum juga keterangan saksi dari saya yang juga selaku korban,” tuturnya.

Hendri pun mengaku, tidak akan tinggal diam dirinya ingin aksi kekerasan ini segera ditangani Polsek Tambun sesuai hukum yang berlaku sebagai efek jera agar tidak lagi melakukan aksi-aksi koboy dan tahu bahwa negara ini adalah negara hukum jadi tidak seenaknya melakukan kekerasan terhadap orang lain.

“Saya tidak akan kenal lelah untuk selalu menanyakan perkembangnnya ke Polsek Tambun, sampai kasus pengeroyokan ini selesai. Saya juga dekat dengan teman-teman Ormas di Bekasi, tapi lagu saya ngak begitu. Saya mau tempuh jalur hukum aja,” pungkasnya. (Hasrul)

Berita Terkait

PT. Polo Ralph Lauren Minta Penggantian Hakim Sengketa Merek di MA
Alvin Lim Bocorkan Strategi Investasi Options Agar Untung Besar
Bebaskan Charlie Chandra, Alvin Lim Ungkap Strategi Kemenangan Lawan 9 Naga
Cerdas Keuangan, Alvin Lim: Investasi Options Lebih Baik Dari Saham
Alvin Lim Gelar “Training Options Batch 2” Ajarkan Masyarakat Melek Investasi
Kasus Panji Gumilang, Alvin Lim: Kenapa Dana Yayasan Dipindah ke Rekening Polri?
Nasabah PT. Asuransi Allianz Tunjuk LQ Indonesia Law Firm Jadi Kuasa Hukum
KOPPAJA Desak Jaksa Agung Tangani Kasus Korupsi Rp1 Triliun di Banten
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Mei 2024 - 18:46 WIB

Soal Uji Kompetensi, Ini Kata Wakil Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi

Senin, 6 Mei 2024 - 11:33 WIB

Lagi Temuan BPK, Dispora Kota Bekasi Kembali Diperiksa Inspektorat

Senin, 6 Mei 2024 - 10:43 WIB

Lama Vakum, BAMUS Kota Bekasi Bangkit Kembali

Senin, 6 Mei 2024 - 09:54 WIB

Kadus Dipecat, Camat Pebayuran Akui Sulit Komunikasi Dengan Kades Bantarsari

Senin, 6 Mei 2024 - 09:35 WIB

Kabupaten Bekasi Juara Umum MTQ Ke-38 Tingkat Provinsi Jawa Barat

Minggu, 5 Mei 2024 - 11:50 WIB

Warga RT 01 “Manunggal” Perumahan VGH Kebalen Gelar Halal Bihalal

Sabtu, 4 Mei 2024 - 01:58 WIB

PT. Migas Kota Bekasi Terima Kunjungan Komisi III DPRD Banten

Jumat, 3 Mei 2024 - 18:18 WIB

Waduh…!!!, Di Kota Bekasi Perusahaan Tanpa Plang Bebas Beroperasi

Berita Terbaru

Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia

Berita Utama

PT. Polo Ralph Lauren Minta Penggantian Hakim Sengketa Merek di MA

Selasa, 7 Mei 2024 - 01:08 WIB

Foto: Alvin Lim Saat Mengisi Acara Training Options Batch 2

Berita Utama

Alvin Lim Bocorkan Strategi Investasi Options Agar Untung Besar

Senin, 6 Mei 2024 - 18:14 WIB