Akademisi Soroti Ketidakpastian Pembangunan dan Isu Korupsi

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dr. Weldy Jevis Saleh, SH, MH.

Foto: Dr. Weldy Jevis Saleh, SH, MH.

BERITA BEKASI – Praktisi dan Akademisi Hukum Pidana, Dr. Weldy Jevis Saleh, SH, MH, menilai narasi politik hukum di Indonesia saat ini mencerminkan ketidakmajuan dalam berpikir dan bernegara.

Praktik politik “belah bambu” serta kebiasaan merombak kebijakan setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan dinilai menjadi penghambat utama kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Infrastruktur Nasional.

“Setiap pergantian kepemimpinan eksekutif, baik di tingkat daerah maupun pusat, selalu diiringi perubahan peraturan. Bergantinya program Pemerintah dengan dalih like or dislike membuat kepastian pembangunan makin tidak menentu,” tegas Weldy, Rabu (9/9/2026).

Kritik terhadap Kebijakan Baru dan Isu Hukum

Weldy menyoroti program-program strategis dari pemerintahan sebelumnya yang seharusnya dilanjutkan, namun kerap diubah atau dihentikan oleh rezim baru dengan dalih program pro-rakyat.

“Beberapa kebijakan baru seperti Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Merah Putih justru rentan ditunggangi kepentingan politik serta menimbulkan persoalan teknis di lapangan,” tuturnya.

Selain ketidakpastian kebijakan, ancaman korupsi yang merambah berbagai sektor juga dinilai dapat membahayakan eksistensi negara, sebagaimana yang pernah terjadi pada beberapa negara di Afrika.

“Penegakan hukum di Indonesia yang terkesan tidak pasti akibat bongkar-pasang peraturan perundang-undangan. Dampaknya, energi bangsa habis untuk isu-isu yang dinilai kurang mendesak,” ujarnya.

Penyelesaian Kasus Hukum

Lebih jauh Weldy mengatakan, penanganan kasus korupsi bernilai fantastis seperti dugaan penyimpangan pada program MBG, dinilai harus lebih diprioritaskan ketimbang polemik politik.

“Seperti polemik ijazah dengan segala perdebatan berkepanjangan terkait isu ijazah mantan Presiden Joko Widodo hingga Wakil Presiden yang sedang menjabat dinilai membuang energi nasional,” ucapnya.

Selain itu, kata Weldy, pengalihan isu prioritas adanya aksi saembara atau narasi yang dibangun oleh sejumlah figur public seperti Roy Suryo, Dr. Tifa, Prof. Denny Indrayana dan Mercy Sihombing dinilai mengalihkan fokus dari persoalan mendasar yang terjadi.

“Seperti kasus-kasus korupsi, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan ekonomi dan SDM di daerah tertinggal, termasuk Papua dan Aceh,” imbuhnya.

Menuju Indonesia Emas 2045

Mengutip ungkapan R.A. Kartini, “Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang), Weldy berharap Indonesia dapat segera melewati masa-masa sulit ini menuju pembenahan tata kelola negara yang lebih matang.

“Harapannya tidak ada lagi polemik antar-anak bangsa yang hanya bertujuan mencari kesalahan sesama. Fokus utama harus dikembalikan pada penyelesaian ketimpangan hukum, ekonomi, dan pembangunan SDM di seluruh pelosok negeri demi tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Mul)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB