Ditpolairud Polda Jateng Terjunkan 2 Kapal Polisi Cari 3 Korban Pemancing

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol. Raspani

Foto: Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol. Raspani

BERITA SEMARANG – Ditpolairud Polda Jawa Tengah meneruskan upaya pencarian terhadap 3 orang korban musibah kecelakaan laut yang menimpa para pemancing di Dam Merah Pelabuhan Tanjung Mas Kota Semarang.

Pada Rabu 20 Agustus 2025 pagi ini, upaya pencarian dilakukan secara terpadu yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polsek Semarang Utara dan para relawan.

Sebelumnya, telah dilakukan pencarian terhadap para korban pencarian hingga malam hari dengan kapal piket Polairud, yakni KP 2001 dan KP 2002.

Hasilnya, tujuh orang dilaporkan selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan tiga lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

Hari ini, upaya pencarian dilakukan dengan menyisir perairan seputar Dam Merah, Kolam Pemecah Ombak hingga bibir pantai dengan menggunakan 2 Kapal Polisi KP 2007 dan KP 1007.

Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Raspani menyebut, insiden bermula pada Selasa 19 Agustus 2025 ketika 12 pemancing diantar dengan perahu sopek dari Dermaga Tambak Lorok menuju titik memancing di Dam Merah sekitar pukul 06.00 WIB.

“Awalnya cuaca dilaporkan cerah, namun pada pukul 11.00 WIB tiba-tiba terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini menyebabkan para pemancing kesulitan kembali ke daratan dan sebagian besar terjebak di area perairan,” tuturnya.

Upaya awal penyelamatan sempat dilakukan oleh pengemudi perahu dan warga sekitar. Dari 12 orang pemancing tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, dua korban ditemukan meninggal dunia.

Korban meninggal masing-masing bernama Febriyanto (35), warga Gebanganom Kecil, Kelurahan Sarirejo, Semarang Timur, serta Bagus Wicaksono (33), warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak.

“Kedua jenazah telah dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Saat ini kami masih terus melakukan upaya pencarian secara terpadu terhadap tiga orang lainnya,” ujarnya.

Adapun daftar korban pemancing yang selamat dalam peristiwa tersebut antara lain, Panijan (47) warga Tanjungmas, Andi (45) warga Candisari, Sigit (45) dan Hartono (46) warga Tembalang, serta Sugeng, Pak To dan Mbae (sudah pulang).

Sedangkan korban yang hingga kini belum ditemukan antara lain Pak Pujo, Pak Mono dan Wanto.

Diawali dengan apel gabungan dipimpin Kasi Ops Basarnas Kota Semarang, Mulwahyono di Pos AL Tambaklorok pada Rabu 20 Agustus 2025 pagi, pencarian terhadap para korban dilakukan oleh sekitar 30 personel yang tergabung dalam operasi pencarian akan dibagi menjadi tiga kelompok dengan sasaran di radius sekitar Dam Merah, bibir pantai, dan area kolam pemecah ombak.

“Kami bersama Basarnas, TNI AL dan unsur terkait lainnya bekerja maksimal untuk menemukan tiga korban yang masih hilang. Pencarian diutamakan sesuai SOP dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas, mengingat kondisi ombak masih tinggi. Kami mohon doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk terus meningkatkan kesadaran bagi masyarakat yang beraktifitas di wilayah perairan.

“Tidak hanya nelayan, tapi juga para pemancing. Kami selalu mengimbau kepada masyarakat dalam melaut harus memperhatikan keselamatan, baik dari sisi sarana yang digunakan, orangnya sendiri juga harus menggunakan perangkat keselamatan seperti life jaket (pelampung),” sambungnya.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya para korban dalam peristiwa ini.

“Kami imbau kepada masyarakat khususnya para nelayan dan pemancing agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat dan tidak memaksakan diri saat situasi berisiko. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tandas Artanto. (Nining)

Berita Terkait

Darurat Kepemimpinan & Inkompetensi “Candu Birokrasi Kota Sukabumi”
Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan
Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Darurat Kepemimpinan & Inkompetensi “Candu Birokrasi Kota Sukabumi”

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Berita Terbaru