Budi Arie Bersih dan Tidak Menerima Aliran Dana Judol

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mantan Menkoinfo, Budi Arie Setiadi

Foto: Mantan Menkoinfo, Budi Arie Setiadi

BERITA JAKARTA – Terdakwa dalam perkara Judi Online (Judol), Zulkarnaen Apriliantony mengungkapkan, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo, Budi Arie Setiadi, tidak menerima uang sepeser pun dari praktik penjagaan situs Judol.

“Ini saya pengin meluruskan, supaya di media juga jangan aneh-aneh nih. Pak Budi Arie tidak menerima apapun dari perjudian,” tegas Zulkarnaen di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Selatan pada, Rabu 21 Mei 2025 kemarin.

Zulkarnaen mengatakan, aktivitas penjagaan situs Judi Online yang dijalankannya bersama para terdakwa lain berada di luar pengetahuan Budi Arie. Ia memastikan Budi tidak tahu sama sekali soal itu.

“Saya bisa pertanggung jawabkan, dunia akhirat. Itu saja,” ujar Zulkarnaen dalam kesaksiannya dimuka persidangan.

Intinya, sambung Zulkarnaen, pertama mereka para tersangka tidak pernah bilang ke Budi Arie akan memberi 50 persen.

“Mereka tidak akan berani bilang, karena akan langsung dia proses hukum. Jadi sekali lagi, itu omongan mereka saja, jual nama Menteri supaya jualannya laku,” tukasnya.

Budi mengaku, siap membuktikan dirinya tidak terlibat dalam praktik perlindungan situs Judol. Para tersangka sengaja menjual namanya agar kejahatan yang dilakukan berjalan mulus.

Kordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi mengatakan, media online seharusnya meminta maaf kepada Budi Arie Setiadi atas kesalahan dalam pemberitaan yang telah viral.

“Terutama menyangkut kesalahan yang menyebutkan adanya aliran dana Judol ke Budi Arie tersebut, karena mengakibatkan kerugian atau dampak negatif bagi Budi Arie,” terangnya kepada Matafakta.com, Senin (26/5/2025.

Permintaan maaf ini, kata Azmi, penting untuk menjaga kredibilitas media dan menunjukkan tanggung jawab mereka atas kesalahan yang terjadi.

“Pernyataan terdakwa Zulkarnaen Apriliantony kemarin dipersidangan maka membantah semua opini liar di media,” tuturnya.

Azmi mengatakan, sudah muak dengan berbagai framing yang tidak benar, ada orang yang sengaja bermain untuk mengganggu stabilitas politik, sehingga opini di media sengaja dibikin heboh dan tidak wajar.

“Kami menduga ada pihak yang melakukan pengalihan isu. Apa yang dilakukan oleh orang-orang ini dalam memframing Budi Arie sudah keluar batas,” ucapnya.

Opini ini, tambah Azmi, terkesan di paksakan agar adanya sentimen negatif terhadap Budi Arie, ada motif tersembunyi di balik framing media terkait Budi Arie ini untuk tujuan  tertentu.

“Rakyat sudah cerdas dan tidak termakan oleh berbagai opini hoax yang tidak benar ini dengan motif tersembunyi dibalik framing media terkait Budi Arie untuk tujuan tertentu,” pungkasnya. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB