Soroti Dana E-Tilang, Aplikasi Dana E-Tilang Kejaksaan RI Diretas Hacker?

- Jurnalis

Sabtu, 8 Februari 2025 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Agung RI

Kejaksaan Agung RI

BERITA JAKARTA – Akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand membuktikan “ancamannya” dengan meretas Sistem Peralatan Informasi Teknologi (IT) milik Kejaksaan RI yakni soal Dana E-Tilang pada, Sabtu (8/2/2025).

Sebab dalam postingan diaplikasi media sosial instagram itu, akun unrooter.id mempertanyakan mengenai dana elektronik tilang yang diduga tidak jelas keberadaannya.

Apakah benar dana tersebut tersimpan dan terkelola dengan baik? Ataukah ada indikasi bahwa dana itu mengalir ke arah yang tidak transparan.

Pada unggahan instragram unrooter.id Phil Phil Islands Thailand menampilkan kalimat “error “500! Kesalahan Server” situs web yang diduga milik Kejaksaan RI.

Akun unrooter.id Phi Phi Islands Thailand mengunggah 500! Kesalahan Server

SERVER DOWN?

DATABASE SEMUA

ANGGARAN SUDAH

TERDOWNLOAD.

APA KITA BUKA AJA BEBERAPA

DANA E-TILANG YANG MENGENDAP DAN TIDAK JELAS KEMANA?

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, memastikan soal dugaan peretasan aplikasi dana elektronik tilang milik Kejaksaan RI yang konon diretas akun unrooter.id Phi Phi Islands Thailand adalah tidak benar.

“Tidak benar,” ucap Harli Siregar singkat kepada Matafakta.com, Sabtu (8/2/2025).

Sebelumnya, pada Kamis 30 Januari 2035, melalui media sosial Instragram akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand menginformasikan untuk segera memperbaiki peralatan Intelijen Kejagung.

“Berharap jika tidak diperbaiki akan bocor pak. Server sudah ditangan mereka. Saya hanya menginformasikan saja,” tulis akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand yang diunggah pada Kamis 30 Januari 2025.

“Kami tau apa yang terjadi di internal Anda, semua berbagai anggaran telah bocor. Mungkin jika tidak diperbaiki data KEJAKSAAN RI akan segera bocor dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Bahkan akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand juga menyarankan agar Kejaksaan RI untuk segera mematikan server (shutdown), perbaikan secara keseluruhan, rapikan internal data (sudah terlanjur bocor) dan hargai apa yang sedang mereka suarakan.

SARAN:

MATIKAN SERVER (SHUTDOWN)

PERBAIKAN SECARA KESELURUHAN RAPIKAN INTERNAL DATA (SUDAH TERLANJUR BOCOR)

HARGAI APA YANG SEDANG MEREKA SUARAKAN

MOMENT INI TEPAT SEKALI DENGAN MOMENT APA YANG SEHARUSNYA KEJAKSAAN RI PERBAIKI DALAM SEGI KINERJA, ROLE DAN KEBIJAKAN DAN LAINNYA.

Mungkin jika dibiarkan semua akan hancur sekali lagi kami tidak berharap itu semua terjadi dan kami hanya membeberkan informasi sekaligus kritik.

#indonesia #hacker

Dalam akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand tersebut disukai sebanyak 164 orang dan 20 komentar serta 2 yang terkirim.

Sementara itu, Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Harli Siregar mengaku, tidak ada upaya hacker untuk meretas peralatan Intelijen.

“Sudah saya cek tidak ada,” ucap Harli Siregar saat dikonfirmasi Matafakta.com melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (30/1/2025).

Sebagai informasi, akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand telah memposting Pengadaan Alat kontra Intelijen untuk pengaman VVIP Kejati Bali, Pengadaan Alat Kontra Intelijen untuk pengaman VVIP Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta, Pengadaan Dynamic Aerial Surveillance With Mobile Command Centers Kejaksaan Agung. Jika ditotal dari ketiga proyek tersebut mencapai Rp430 miliar.

Rinciannya untuk pengaman VVIP Kejati Bali pihak Kejaksaan RI menganggarkan dana sebesar Rp170 miliar pada tahun anggaran 2025. Dengan lokasi pengerjaan proyek di Jalan Tantular No. 5 Renon, Denpasar Selatan Kota Denpasar dan di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kemudian untuk proyek Pengadaan Alat Kontra Intelijen untuk pengaman VVIP Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta, Kejaksaan RI menggelintorkan uang senilai Rp160 miliar melalui dana APBN tahun 2025.

Lokasi pengerjaan proyek dilaksanakan di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan di Jalan Sukonandi No. 4, Semaki Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY.

Dan terakhir tender Pengadaan Dynamic Aerial Surveillance With Mobile Command Centers Kejaksaan Agung sebesar Rp100 miliar menggunakan dana APBN tahun anggaran 2025. Lokasi perkerjaan di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. (Sofyan)

Berita Terkait

Tim-9 Limpahkan Berkas Eks Pemburu Koruptor Febrie Ardiansyah ke Penuntut Umum
Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:56 WIB

Tim-9 Limpahkan Berkas Eks Pemburu Koruptor Febrie Ardiansyah ke Penuntut Umum

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Berita Terbaru