BERITA JAKARTA – Menteri Desa PDT Yandri Susanto didampingi Wamen Riza Patria, menyampaikan klarifikasi atas ucapannya dikanal YouTube pada tanggal 01 Februari 2025 lalu, tentang adanya ‘LSM Abal-abal’ dan ‘Wartawan Bodrex’ yang telah mengganggu program pembangunan Desa.
Klarifikasi tersebut disampaikan Yandri di Kantor Kementerian Desa PDT di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 3 Februari 2025, dihadapan sejumlah Wartawan dan LSM serta Media Televisi.
“Saya mohon maaf kepada seluruh Wartawan dan LSM di manapun berada, atas ucapan saya pada saat sosialisasi dana desa yang disiarkan melalui YouTube, saya tidak ada niat untuk melecehkan ataupun mendiskreditkan profesi Wartawan maupun LSM,” ujar Yandri.
Dia menjelaskan, ucapannya tersebut disampaikan karena adanya laporan dari para Kepala Desa (Kades), tentang adanya dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai LSM dan Wartawan.
“Saya sudah berkeliling di 50 desa lebih dalam tiga bulan ini, dan dari para Kepala Desa ini, saya mendapatkan informasi bahwa mereka merasa di peras oleh oknum Wartawan dan oknum LSM,” kata Yandri.
“Namun pada saat sosialisasi tersebut, saya tidak mengucapkan kata “oknum”, sehingga membuat permasalahan ini terjadi, untuk itu sekali lagi saya mohon maaf,” tambahnya.
Disisi lain, Yandri juga mengajak kepada para Wartawan dan LSM, untuk berkolaborasi dalam pembangunan di desa–desa.
“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa saya tidak pernah berniat merendahkan profesi Wartawan atau aktivis LSM, justru saya sangat mengapresiasi mereka yang bekerja dengan integritas dan profesionalisme,” ungkapnya.
Sementara itu ditempat yang sama, pihak Wartawan dan LSM yang dikoordinir oleh Ramses Sitorus mengatakan bahwa kritik dan kontrol sosial yang dilakukan oleh jurnalis dan aktivis LSM, merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati.
Disatu sisi kami memahami maksud pernyataan Menteri PDT Yandri Susanto tersebut yang seharusnya menyoroti segelintir oknum Wartawan dan LSM yang menyalahgunakan profesinya.
“Karena itulah, guna menghindari kesalahpahaman serupa, maka kami hadir di sini mewakili ribuan Wartawan lainnya yang merasa tersakiti dengan ucapan bapak Menteri PDT tersebut,” pungkas Ramses. (Sofyan)






