BERITA JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto diminta kembali mempertimbangkan posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), balita, anak-anak sekolah, santri, ibu hamil dan menyusui.
Kepada Matafakta.com, Ketua Barisan Aktivis Nusantara (BARAK NUSANTARA), Ryansyah mengatakan, Dadan Hindayana seorang dosen tetap dengan jabatan fungsional Lektor di perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Hama Penyakit Tanaman.
“Jadi, Ketua BGN, Dadan Hindayana, bukan Profesor, tapi Doktor dengan golongan 3D, Jurusan Hama Penyakit Tanaman, bukan ahli gizi. Ini perlu dipertimbangkan lagi,” tegas Ryansah, Minggu (26/1/2025).
Dikatakan Ryansah, Dadan ditetapkan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melalui pelantikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersamaan dengan reshuffle Kabinet pada, Senin 19 Agustus 2024 lalu.
“Dadan orang pertama yang menduduki salah satu Lembaga Negara yakni, Badan Gizi Nasional yang baru dibentuk pada 15 Agustus 2024 berdasarkan Perpres Nomor: 83 Tahun 2024,” ungkap Ryansah.
Selain itu, BARAK NUSANTARA juga menyoroti, Asisten Deputi Manajemen Talenta dan Peningkatan Kapasitas SDM, Aparatur Kementerian PAN-RB, Agus Yudi Wicaksono yang direkrut sebagai dukungan personil Tim Kelompok Kerja BGN.
“Selain berstatus sebagai ASN, Agus Yudi Wicaksono bekerja diinstansi lain, tanpa surat tugas dari instansi asalnya. Kerabat dekat Kepala BGN ini, kabarnya menjadi biang masalah di instansi badan gizi,” sindirnya.
Untuk itu, tambah Ryansah, sekali lagi, BARAK NUSANTARA meminta Presiden Prabowo Subianto kembali mempertimbangkan posisi atau jabatan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, karena bukan bidang keahliannya.
“Masa Kepala BGN dijabat sama seorang Ahli Hama Penyakit Tanaman, bukan Ahli Gizi yang sesuai dengan bidangnya. Udah kaya kekurangan orang ahli gizi aja di Indonesia,” pungkas Ryansah. (Sofyan)






