Ucapan Capres Prabowo Subianto “Ndasmu Etik” Dinilai Abaikan Etika

- Jurnalis

Minggu, 17 Desember 2023 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prabowo Subianto

Foto: Prabowo Subianto

BERITA YOGYAKARTA – Viralnya pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Ndasmu Etik saat forum tertutup Rakornas Partai Gerindra di Jalan Expo pada Jum’at 15 Desember 2023 dinilai mendeligitimasi citra gemoy yang selama ini dibangun.

Dosen Fisipol Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia mengatakan, pernyataan Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 2 tersebut telah membuka wajah asli gemoy yang sebenarnya.

 “Pernyataan yang viral itu cenderung menunjukkan wajah aslinya, gemoy itu hanya gimick, sehingga manifes asli atau wujud asli dari gemoy itu nyatanya emosian. Kemudian cara pandangnya sangat emosional, ini saya kira malah justru menjadi blunder bagi Capres 02,” kata Alfath saat dihubungi, Sabtu (16/12/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Alfath, ucapan Prabowo dalam video viral berdurasi sekitar 60 detik tersebut menunjukkan tidak adanya semangat untuk menjunjung tinggi etika. Bahkan cenderung mengabaikan etika dalam berpolitik.

Menurutnya, sikap Capres 02 itu tidak menjadikan etika sebagai insipirasi dan kekuatan perjuangan politik karena menganggap etik merupakan sesuatu yang tidak penting.

Baca Juga :  Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri

“Padahal etika politik merupakan hal penting dalam kehidupan berdemokrasi kita, karena etika merupakan kompas moralitas ini baik atau buruk, ini voice atau noice,” kata Alfath.

Alfath juga mengamati gestur tubuh Prabowo yang tidak dalam kondisi bercanda. Hal ini membantah pernyataan beberapa politisi Partai Gerindra yang menganggap ucapan Ketua Umumnya sebagai sebuah candaan dikalangan internal Partai.

“Kalau dilihat berulang ulang ada tendensi agak emosional, gestur menunjukkan itu tidak bercanda. Kalau dalam strategi komunikasi politik yang saya pelajari ada gestur yang tidak pas dari Prabowo,” jelas Alfath.

Sementara itu, CO Founder Generasi Perintis, Muhammad Syaeful Mujab sangat menyayangkan pernyataan yang keluar dari Calon Presiden yang kedepannya akan memimpin Indonesia.

Menurut Mujab pernyataan ini menunjukkan sikap yang meremehkan etika berdemokrasi dan bernegara.

“Ini menunjukkan ada sikap yang meremehkan etika berdemokrasi di negara ini. Karena ucapan yang disampaikan berkaitan dengan keputusan pelanggaran etika yang diputuskan oleh MKMK beberapa waktu lalu,” ucap Mujab.

Baca Juga :  Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY

“Padahal, MKMK merupakan institusi demokrasi, maka ini menunjukkan sikap yang mengabaikan etika demokrasi bahkan merendahkan institusi demokrasi,” tambah Mujab

Mujab juga mengkhawatirkan pernyataan tersebut akan menjadi kebiasaan apabila Prabowo terpilih menjadi pemimpin bangsa.

“Yang kita khawatirkan apabila nanti  benar benar dipilih rakyat akan terjadi pengabaian terhadap hal hal yang berkaitan dengan etika demokrasi, sehingga akan berdampak kepada kehidupan berbangsa kita,” jelasnya.

Sebelumnya, viral video pidato Prabowo Subianto yang mengatakan, Ndasmu Etik. Durasi video bervariasi ada yang 1 menit 15 detik namun ada juga yang dipotong 15 detik.

Pada video tersebut Prabowo terlihat menirukan perkataan kompetitornya, Anies Baswedan, saat debat Capres pada Selasa lalu.

“Bagaimana perasaan Mas Prabowo, soal etik? Etik? Etik?” kata Prabowo menirukan Anies sambil menggoyang-goyangkan kepalanya.

Prabowo kemudian mengatakan “Ndasmu etik,” yang disambut riuh tepuk tangan dan teriakan dari para peserta Rakornas ” Prabowo, Prabowo, Prabowo!”. (Nining)

Berita Terkait

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY
Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat
Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri
AMPUH: Baiknya Pengusul Hak Angket Pertimbangkan Masukan Wakil Ketua MPR
Ini Kata Kuasa Hukum Nasabah Prudential Bicara di Podcast Quotient TV
Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda
Lulus Sarjana Hukum, Phioruci Pangkaraya Susul Alvin Lim
Dalam Nota Pembelaan Dadan Sebut Oknum KPK Minta USD 6 Juta Dolar
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 18:34 WIB

Ceo MMP Desak Polres Wajo Proses Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:18 WIB

LSM LIAR Desak Polisi Proses Pemilik Dam Truck Lindas Bocah di Kebalen

Selasa, 20 Februari 2024 - 23:59 WIB

Dam Truck Lindas Bocah Hingga Tewas di Kebalen Dilimpahkan ke Polres

Senin, 19 Februari 2024 - 18:59 WIB

Pemilik Dam Truck Lindas Bocah Hingga Tewas di Kebalen Bisa Dipidana

Senin, 19 Februari 2024 - 14:56 WIB

Ini Identitas Bocah SD Terlindas Dam Truck di Kebalen Kabupaten Bekasi

Senin, 19 Februari 2024 - 13:05 WIB

Pulang Sekolah, Bocah SD di Kebalen Tewas Terlindas Truck Tanah

Senin, 12 Februari 2024 - 18:51 WIB

AWIBB Desak Polisi Tangkap Boss BBM Ilegal Aniaya Wartawan di Sumsel

Sabtu, 10 Februari 2024 - 12:47 WIB

Polemik Clauster Aurelia Setu Bekasi, RW Dengan Warga Nyaris Baku Hantam

Berita Terbaru

Foto: Kuasa Hukum, Finsensius Mendrofa

Berita Utama

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY

Selasa, 27 Feb 2024 - 21:43 WIB

Foto: Advokat Alvin Lim, SH, MH, M.Sc, CFP, CLA

Berita Utama

Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:35 WIB

Foto: Terpidana Setya Novanto (Setnov)

Berita Utama

Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:19 WIB

Ilustrasi

Peristiwa

Ceo MMP Desak Polres Wajo Proses Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Selasa, 27 Feb 2024 - 18:34 WIB

HUT Ke-28 Jikustik

Lifestyle

28 Tahun Jikustik Berkarya di Industri Musik Indonesia

Selasa, 27 Feb 2024 - 17:00 WIB