Warga Bekasi Kaget Terima Surat Berkop Pemprov Jabar Tagih Pajak Motor

- Jurnalis

Senin, 19 Juni 2023 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Amaludin (Warga Perum VGH Kebalen)

Foto: Amaludin (Warga Perum VGH Kebalen)

BERITA BEKASI – Warga Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) RT01/RW024, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Amaludin bingung, karena tidak memiliki kendaraan roda dua jenis Honda CBR bernopol B 5605 FDR tersebut.

“Seumur-umur baru ini saya dapat surat tagihan pajak motor kerumah. Biasanya pajak urusannya Samsat bukan Pemda Kabupaten Bekasi ini malah datangnya dari Provinsi Jabar lagi,” kata Amal kepada Matafakta.com, Senin (19/6/2023).

Udah gitu, sambung Amal, kendaraan yang dimaksud juga jenis Honda CBR yang tidak pernah dibelinya atau pernah meminjamkan data ke pihak lain seperti saudara maupun teman untuk mengambil atau pernah kredit kendaraan bermotor.

“Baik bekas maupun baru belum pernah saya beli Honda CBR. Dirumah adanya cuma motor Yamaha Vixion sama metic. Saya juga baru tahu ada tagihan begini kerumah, nanya kemana-mana juga pada ngak tahu ada tagihan seperti itu,” ujar Amal.

Bahkan, lanjut Amal, banyak kerabat baik swasta maupun di Pemerintahan di Kabupaten Bekasi ditanyakan adanya surat tagihan pajak kendaraan bermotor kerumah berkop Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengaku tidak pernah tahu ada tagihan seperti itu.

“Jadi bingung kebenarannya atau modus dugaan penipuan baru. Sebab, informasinya juga ngak ada sosialisasi diwilayah akan adanya barang kali program jemput bola pajak. Tapi, kenapa bukan Samsat. Di Bali begitu, tapi Samsat, bukan Pemda,” ungkapnya.

Untuk itu, tambah Amal, ia akan mengambaikan perihal adanya tagihan pajak kendaraan bermotor yang datang ke alamat rumahnya berkop Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Wilayah Kabupaten Bekasi,Cikarang 17550 tersebut.

“Disamping juga ngak tahu kebenarannya, karena ngak ada sosialisasi kewilayah terlebih lagi jaman banyak modus penipuan begini dan kendaraan bermotor yang dimaksud juga ngak punya. Jadi saya abaikan saja,” pungkas Amal. (Indra)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB