CV. Zimiko Utama Proyek Jalan Perbatasan Kalimalang-Karawang Gagal Target

- Jurnalis

Senin, 17 April 2023 - 00:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi Proyek Perbatasan Kalimalang-Karawang

Foto: Lokasi Proyek Perbatasan Kalimalang-Karawang

BERITA BEKASI – Proyek Rekontruksi Ruas Jalan perbatasan Kalimalang – Karawang yang di gadang – gadang bakal dipergunakan untuk jalur arus mudik sampai hari ini belum juga selesai pekerjaannya.

Pekerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp8 miliar lebih yang dikerjakan CV. Zimiko Utama (ZU) dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender tersebut dinilai akan gagal target.

“Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari dan para pemudik pun sudah mulai memadati ruas jalan tersebut,” kata sumber yang tidak bersedia namanya disebutkan kepada Matafakta.com, Minggu (16/4/2023).

Sumber juga menyoal, terkait pelaksanaan kegiatan Proyek Rekontruksi Ruas Jalan Raya perbatasan Kalimalang – Karawang yang sejatinya bakal ditarget mempelancar arus mudik Hari Raya Lebaran Idul Fitri 2023.

“Memang banyak keanehan pada pelaksanaan. Salah satunya adalah pelaksana berinisial SD itu juga pernah menjadi pelaksana proyek tahun 2022 kegiatan pembangunan drainase Tegal Gede Teleng,” jelasnya.

Diungkapkan sumber, proyek drainase Tegal Gede Teleng bernilai kurang lebih Rp5 miliar tersebut, kena pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat yang dinilai bermasalah.

“Hebatnya, SD bisa menjadi pelaksana pada kegiatan proyek Ruas Jalan Raya perbatasan Kalimalang – Karawang yang nilainya lebih besar lagi. Tapi, lagi-lagi SD gagal target. Pantes gagal orang pelaksana bermasalah masih diloloskan. Ada apa?,” sindir sumber.

Bayangkan, tambah sumber, kegiatan proyek Ruas Jalan perbatasan Kalimalang- Karawang selama 45 hari kalender tersebut mesti menyelesaikan proyek sepanjang 1,8 kilometer yang tidak mungkin bisa ditarget.

“Kalau proyeknya bermasalah pantas, karena yang dikasih pekerjaannya juga pelaksana pernah bermasalah. Bukannya hanya bermasalah, tapi potensi kerugian negara juga perlu kembali diawasi,” pungkas sumber.

Pantauan awak media beberapa hari lalu kegiatan proyek tersebut juga mengabaikan Safety Line dan para pekerjanya pun tidak menggunakan APD. Sementara, di dekat lokasi pekerjaan juga masih terlihat tumpukan bascos untuk bahan material lapisan pondasi bawah yang disinyalir tidak digunakan. (Indra)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB