3 Tahun Mandek, LQ Indonesia Law Firm Ingatkan Kasus Investasi Bodong

- Jurnalis

Rabu, 29 Maret 2023 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi LQ Indonesia Law Firm Bela Korban KSP Indosurya

Aksi LQ Indonesia Law Firm Bela Korban KSP Indosurya

“Irjen Fadil Imran Dimutasi, LQ Indonesia Law Firm Berharap Kapolda Metro Jaya Yang Baru Berani Proses Penjahat Investasi Bodong”

BERITA JAKARTA – Kapolri melakukan mutasi pergantian Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda Metro Jaya, dimana Irjen Fadil Imran di mutasi sebagai Kabaharkam, digantikan oleh Irjen Pol Karyoto. Wakapolda Hendro Pranowo juga digantikan oleh Suyudi Ario Setyo yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirkrimum Polda Metro Jaya.

Mutasi ini disambut baik oleh LQ Indonesia Law Firm, dimana sebelumnya Irjen Fadil Imran di nilai gagal dalam penindakan investasi bodong di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya seperti laporan polisi PT. Mahkota Properti Indo Permat (MPIP) dan OSO Sekuritas dengan terlapor Raja Sapta Oktohari (RSO).

“Selain itu, Narada, Minnapadi, Pracico dan UOB Kay Hian, semua mandek di Polda Metro Jaya padahal sudah berjalan 3 tahun,” terang Kadiv Humas LQ Indonesia Law Firm, Advokat Bambang Hartono, SH, MH, Rabu (29/3/2023).

Dikatakan Bambang, Kapolda Fadil Imran terkesan takut memberantas pelaku kejahatan kerah putih dan hanya tajam ke debt collector, ulama dan kejahatan anak kecil seperti Agnes dan Mario Dandy. Namun berbeda saat menerima laporan polisi sekelas Raja Sapta Oktohari dari masyarakat korban investasi bodong.

“Sampai sekarang tidak ada perkembangan proses hukum. Pergantian Kapolda baru di harapkan ada kemajuan berarti pada proses hukum laporan polisi terkait investasi bodong tersebut,” tegas Bambang.

LQ Indonesia Law Firm juga menyoroti, Kapolda Metro Jaya yang membawahi Polres Jakarta Barat dalam perbedaan perlakuan terhadap debt collector yang ditahan, pakai baju tahanan dengan tulisan tahanan dan tangan terborgol, berbeda dengan penanganan terhadap Kuasa Hukum Raja Sapta Oktohari tersangka Natalia Rusli.

“Tangan tidak terborgol dan baju tidak ada tulisan tahanan, tampak jelas bukan baju standar tahanan. Perbedaan perlakuan ini menimbulkan opini di masyarakat, benar sesumbar Natalia Rusli sebelumnya yaitu Polri bisa dibeli karena banyaknya oknum,” sindir Bambang.

“Natalia hebat bisa membuktikan perkataannya bagaimana Polri bisa mengikuti dia dan berlaku semaunya,” tambah Bambang kembali menyindir perlakuakan polisi terhadap tersangka Natalia Rusli.

Dilanjutkan Bambang, masyarakat mengharapkan agar hukum bisa tajam keatas, bukan hanya tajam ke bawah. Namun, dalam pelaksanaannya terhadap penjahat kelas atas, malah diduga ada oknum Jenderal Polri yang membeckingi dan menerima gratifikasi, sehingga kasus yang melibatkan jumlah kerugian besar kerap mandek seperti kasus investasi bodong Mahkota.

“Raja Sapta Oktohari yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya sejak 2020, hingga saat ini Ketua Umum KOI tidak juga ditetapkan sebagai tersangka, sehingga korban masyarakat menilai kepolisian sudah masuk angina,” imbuhnya.

Korban malah, tambah Bambang, digugat balik oleh Raja Sapta Oktohari sebesar Rp450 miliar, padahal laporan polisi (LP) 3 tahun mandek. Dimana perlindungan Pemerintah, termasuk kepolisian terhadap korban investasi bodong.

“Bukankah tugas kepolisian melindungi masyarakat sesuai Pasal 2 UU No. 2 Tahun 2002, tentang kepolisian. Namun, bukannya dilindungi, bahkan laporan polisi yang saya laporkan tidak berujung kepastian hukum,” pungkas korban Raja Sapta Oktohari, Alwi Susanto menambahkan. (Indra)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB