Tak Etis Umumkan Capres dan Wacapres Bukan Pada Waktunya

- Jurnalis

Rabu, 11 Januari 2023 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto: SIAGA 98, Hasanuddin dan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri

Ket. Foto: SIAGA 98, Hasanuddin dan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri

BERITA JAKARTA – Belum diumumkannya bakal calon (balon) pasangan Presiden dan Wakil Presiden dari Partai PDI Perjuangan (PDIP) oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri merupakan hak prerogatifnya.

Sebagai partai pemenang Pemilu tak etis mengumunkan calon Presiden dan Wakil Presiden belum pada waktu pendaftarannya. Etika Politik Megawati ini patut di contoh partai koalisi pendukung Presiden-Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin saat ini.

“Sebab partai politik melalui DPR dan Pemerintah telah menyetujui jadwal dan tahapan Pemilu 2024 dan seharusnya partai politik tersebut mengikuti prosedur yang sudah disepakatinya,” ujar Hasanuddin Koordinator Siaga 98 dalam siaran persnya, Rabu (11/1/2023).

Menurutnya, dalam hal partai politik telah memutuskan Capres-Cawapres sebelum tahapan yang disepakati itu adalah soal keputusan internal partai politik bersangkutan dan tak ada relevansinya dengan publik.

“Dan pemilih karena Capres-Cawapres tersebut belum resmi dan masih dapat berubah-ubah,” kata Hasanuddin menambahkan.

Untuk itu, Hasanuddin berpandangan bahwa sikap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang mandat partainya untuk memutuskan Capres-Cawapres selain menghormati proses Pemilu dan etika politik partai politik pendukung Pemerintah juga demi menjaga stabilitas politik menjelang Pemilu 2024.

Sebab katanya, mengumumkan nama capres-cawapres serta koalisi partai sebelum waktunya berpotensi menimbulkan kegaduhan yang kontra produktif bagi kerja-kerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin bagi pemulihan ekonomi pasca bencana Covid 19.

“Dan krisis perekonomian global dan pangan akibat situasi politik internasional yang serba tidak menentu pasca perang Rusia-Ukraina,” imbuhnya.

Yang menarik dari HUT ke-50 PDIP adalah tanpa mengundang partai politik lain dalam peringatannya. Sikap ini menandaskan PDIP sebagai partai politik yang mandiri dan punya kepercayaan diri tinggi menjelang Pemilu 2024.

“Juga menyiratkan sindiran kepada partai politik lain, khususnya partai politik koalisi pemerintahan yang seringkali tidak konsisten mendukung Pemerintah (Jokowi-Ma’ruf Amin),” pungkas Hasanuddin. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB