Kementan Percayakan Produksi 44 Ribu Benih Alpukat Produsen Benih Milenial

Kementan Percayakan Produksi 44 Ribu Benih Alpukat

BERITA JAKARTA – Kampung buah merupakan salah satu program unggulan Direktorat Jenderal Hortikultura, temasuk Kampung Alpukat. Salah satu faktor utama keberhasilan program pengembangan Kampung Alpukat tersebut adalah benih bermutu.

Diketahui kebutuhan benih alpukat untuk pemenuhan Aampung Alpukat tahun 2023 sebanyak 100 ribu batang. Selain disediakan Balai Benih Hortikultura, Ditjen Hortikultura juga kerja sama dengan produsen benih Kelompok Tani Dewasa (KTD) Mustika Tani Bogor.

Memulai produksi pada Juli 2022, produsen benih ini ditargetkan mampu memproduksi 44 ribu batang hingga akhir tahun.

“Target produksi benih alpukat tahun 2022 untuk pemenuhan Kampung Alpukat tahun 2023 yang dikerjasamakan dengan KTD Mustika Tani Bogor sebanyak 44 ribu batang,” kata Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi, Kamis (25/8/2022).

Benih alpukat, sambung Inti Pertiwi, bermutu harus sesuai persyaratan teknis minimal (PTM) yang mencakup tujuh tepat, yaitu tepat jenis, tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat harga.

Ketua KTD, Mustika Tani, Mochammad Rahmat melaporkan beberapa progres produksi benih alpukat guna memenuhi kebutuhan program Kampung Buah.

“Jumlah batang bawah yang telah disambung dengan mata entresnya sebanyak 50 ribu batang dengan waktu penyambungan berselang masing masing blok selama 4 hari. Jumlah tersebut disambung dibagi dalam enam blok, yang berisi antara 2-10 ribu batang,” terang Rahmat.

“Selain itu, lebih kurang 10 ribu batang telah dibuka plastik sungkupnya diikuti 5 blok masing masing dengan jarak waktu 4 hari,” lanjut Rahmat.

Rahmat menambahkan, jumlah 50 ribu batang yang telah disambung merupakan jumlah yang disiapkan untuk mengantisipasi benih yang mati atau tumbuh tidak sempurna.

“Dapat kami sampaikan bahwa varietas yang kami kembangkan adalah varietas cipedak. Ini adalah amanah perdana bagi kami mendukung penyediaan benih alpukat dari Pemerintah,” terangnya.

Alhamdulillah, tambah Rahmat, pihaknya pun didampingi secara rutin dan berkonsultasi dengan BPSB Provinsi Jawa Barat. Kami sangat bersemangat dan antusias dalam melaksanakan kegiatan pemenuhan Kampung Buah ini.

“Saya menyakini mampu merealisasikan target produksi benih tepat waktu. Tak hanya benih alpukat. Ia berharap dapat bekerja sama untuk pengembangan benih buah bermutu lainnya,” pungkas Rahmat. (Indra/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *