Akhirnya LQ Indonesia Law Firm Polisikan Robot Trading Net-89

Advokat LQ Indonesia Law Firm

BERITA JAKARTA – Kasus investasi bermasalah dengan modus robot trading semakin banyak yang dilaporkan ke Polisi, jika sebelumnya Fahrenheit, DNA Pro, ATG dan lain-lain. Kali ini, LQ Indoensia Law Firm melaporkan, PT. SMI atau Net-89 ke Bareskrim Mabes Polri.

Dalam keterangan Persnya, Advokat dan Kuasa Hukum para korban La Ode Surya Alirman, SH dari LQ Indonesia Law Firm yang datang bersama tim dan salah satu saksi korban mengapresiasi sikap SPKT Bareskrim Polri yang mengakomodir laporan polisi.

La Ode mengatakan bahwa masih ada berkas yang diminta polisi tetapi secara keseluruhan bukti transaksi robot trading Net-89 sudah diserahkan dengan jumlah korban lebih dari 200 orang dan kerugian kurang lebih mencapai Rp25 miliar.

Bareskrim Polri berjanji semua kasus robot trading ilegal akan ditindaklanjuti dan mengharapkan agar semua korban bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberikan data-data yang lengkap dan bukti transaksi supaya memudahkan penyidik dalam melakukan pemeriksaan.

“Klien kami sudah terlalu banyak di kasih harapan, sehingga dalam laporan ini kami masukan nama-nama yang diduga terlibat aktif dalam pengelolaan Net-89 terutama yang selama ini merasa aman-aman saja, sudah dimasukkan dalam laporan,” ujar La Ode.

Pengurus PT. SMI diduga masih menikmati uang para member namun tidak beretikat baik mengembalikan kerugian korban yang tersebar di seluruh Indonesia.

PT. SMI selaku pengelola robot trading Net-89 seolah tak pernah merasa bersalah bahkan para pengurusnya masih ada yang membuat video janji-janji bahwa Net-89 masih aman sehingga para korban tidak perlu khawatir padahal sampai sampai saat ini uang para korban tidak pernah jelas kapan akan dikembalikan.

La Ode Surya menyayangkan sikap Pemerintah yang tidak pernah memberikan atensi khusus terhadap kasus-kasus investasi bodong seperti robot trading di Indonesia.

“Pemerintah kita bersikap masa bodoh, korban robot trading banyak tapi justru dicuekin Pemerintah giliran pungli pelabuhan Tanjung Priok, Jokowi langsung telepon Kapolri dalam waktu 24 Jam, 24 Pelaku diamankan. Inikan aneh kerugian ratusan miliaran rupiah korbannya ribuan kok malah dicuekin, ada apa dengan Pemerintah kita,” sindir La Ode.

Sementara itu, Kuasa Hukum lainnya, Krisna Agung Pratama, SH dari LQ Indonesia Law Firm mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi korban robot trading untuk segera melapor dan menghubungi Hotline LQ Indonesia Law Firm 0817-489-0999 (LQ Tangerang) dan 0818-0454-4489 (LQ Surabaya) untuk berkonsultasi mengingat banyak yang menjadi korban tapi hanya bersikap diam dan tidak mau bersuara.

Dia menambahkan, kasus robot trading ini harus dikawal supaya tidak ada lagi yang menjadi korban. Tujuannyakan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan investasi bodong.

“Selama ini banyak pihak beranggapan, robot trading ATG dan Net-89 kebal hukum, namun sekarang LQ Indonesia Law Firm buktikan bahwa keduanya sudah di proses hukum untuk menegakkan keadilan agar mereka bertanggung jawab atas kerugian para nasabah,” pungkas salah satu korban Net-89 dengan antusias. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *