Terdakwa Kasus Korupsi Rp107 Miliar Bank Jatim Tidak Ditahan

Suasana Persidangan

BERITA JAKARTA – Sidang perdana dugaan korupsi penerbitan Bank Garansi atas nama PT. Duta Cipta Pakarperkasa (PT. DCP) di Bank Jawa Timur (Bank Jatim) Cabang Jakarta sebesar Rp107 miliar kini mulai disidangkan.

Persidangan itu berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pandu Wardana dan Jefri.

Sedangkan ketiga terdakwa dugaan korupsi yang duduk dikursi pesakitan, Hendry Pranata Sembiring, Kusnadi dan M. Lazwardi Kaunain.

Dalam surat dakwaan JPU Pandu Wardana menyebutkan kedua terdakwa yakni, Hendry Pranata Sembiring dan M. Lazwardi Kaunain merupakan mantan pimpinan Bank Jatim Cabang Jakarta periode 2018-2019. Terdakwa Kusnadi, dari PT. Duta Cipta Pakarperkasa.

Meski demikian, nasib mujur masih berpihak terhadap Hendry Pranata Sembiring, karena sejak penyidikan oleh JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Henry tidak pernah dilakukan penahanan hingga persidangan dilaksanakan.

Kasus ini berawal ketika muncul penerbitan Bank Garansi atas nama PT. Duta Cipta Pakarperkasa di Bank Jatim Cabang Jakarta.

Penerbitan itu, dilakukan dengan menyalahi syarat dan ketentuan penerbitan, karena PT. Duta Cipta Pakarperkasa memiliki risiko kolektibilitas 5 atau macet dalam pembayaran.

Kemudian, perusahaan tersebut, kata Abdul, juga tidak didukung asuransi. Padahal, perjanjian antar Bank Jatim dengan asuransi telah berakhir pada 23 Maret 2019, sebelum Bank Garansi ke-2 keluar.

Lalu, jaminan yang diberikan PT. Duta Cipta Pakarperkasa juga tidak sampai 100 persen. Meski tidak memenuhi syarat, Bank Jatim tetap memproses dan menindaklanjuti pengajuan itu. (Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *