Pengamat Sepakbola Minta Manajemen Persikasi di Evaluasi

- Jurnalis

Selasa, 22 Februari 2022 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Sepakbola Kabupaten Bekasi: Jaut Sarja Winata

Pengamat Sepakbola Kabupaten Bekasi: Jaut Sarja Winata

BERITA BEKASI – Pengamat sepakbola Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata, menilai pengurus Persikasi sekarang hanya kepentingan bisnis yang membuat prestasi Persikasi semakin jeblok.

“Melihat sepakbola kita Persikasi belum keluar dari Liga 3, sungguh memalukan, dari awal sudah bilang pengurus kita sendiri masih belum maksimal,” kata Jaut kepada Matafakta.com, Selasa (22/2/2022).

Menurut Jaut, Persikasi kalau targetnya mau lolos seharusnya sudah jauh – jauh hari dipersiapkan, sehingga matang targetnya.

“Pengurusnya, dibenahi dulu dan harus yang ngerti bola dan loyal memajukan sepakbola Kabupaten Bekasi. Persikasi, harus dievaluasi, bukan diisi oleh orang – orang yang punya kepentingan,” sindir Jaut.

Jadi, sambung Jaut, bukan karena teman, kepentingan bisnis, kepentingan kegiatan proyek di Kabupaten Bekasi, tapi orang yang benar – benar mengerti bola dan rela berkorban demi kemajuan sepakbola Persikasi.

“Namanya ngurus club bola pastinya yang memiliki basic sepakbola. Jadi kalau tujuan dan niatnya aja beda ya sampai kapan pun, ngak bakal maju Persikasi,” ujarnya.

Dikatakan Jaut, seharusnya Persikasi sudah membahas Liga 1, bukan lagi Liga 2, terlebih lagi Kabupaten Bekasi sebagai wilayah Industry terbesar se-Asia kaitan dengan Pendapatan Asli Daerahnya (PAD).

Saat ditannya, bagusnya Persikasi dikelola sendiri atau Pemerintah, Jaut mengatakan, justru pengurus mau masuk karena dapat subsidi Pemerintah, sehingga pengurus Persikasi tenang – tenang aja, karena dapat APBD.

“Untuk pemain Persikasi banyak potensial asli warga Kabupaten Bekasi, karena tidak terjaring dan tidak terlirik aja. Banyak warga asli Bekasi yang bermain di Liga 1 dan 2,” ungkapnya.

Kunci keberhasilan yang harus dievaluasi, menurut dia, yaitu harus diganti pengurusnya dengan orang yang paham bola dan gila bola yang rela berkorban dan mau bekerja untuk Persikasi.

Jaut menambahkan, bahwasanya pengurus Persikasi sekarang bukan mengurus sepakbola, tapi mengurus kepentingan bisnis dan asal bapak senang.

“Soal ramai viral Persikasi ini menjadi kemaluan, jadi catatan tahun lalu kasus sekarang ribut malu dong Persikasi,” pungkasnya. (Hasrul)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB