Bobol Rp1 Miliar, Hakim Pertanyakan Sistem Keamanan Bank CIMB Niaga

Suasana Persidangan

BERITA JAKARTA – Ketua Majelis Hakim Bakri, SH, M.Hum yang memimpin persidangan kasus dugaan penggelapan dana milik Bank CIMB Niaga sebesar Rp1 miliar dengan terdakwa, Daniel Ardi Prasadja, mempertanyakan kualitas sistem keamanan kepada saksi Eko selaku servis operation Bank CIMB Niaga Cabang Jakarta.

“Bagaimana sistem keamanan di bank tempat saudara saksi bekerja?,” tannya Hakim Bakri, Rabu (16/2/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

“Saya tidak tahu pak Hakim. Yang mengetahui sistem keamanan adalah bidang informasi dan teknologi atau IT kantor pusat,” jawab Eko.

Alasan Hakim Bakri mempertanyakan sistem keamanan Bank CIMB Niaga, disebabkan peristiwa hukum itu terjadi diduga pada Minggu 7 Oktober 2018.

Akan tetapi setelah ditelisik oleh petugas bank pada Senin 8 Oktober 2018, dana “tak bertuan” dalam rekening tabungan terdakwa Daniel telah berpindah kepada pihak bank lain.

Meski demikian Hakim Bakri bahkan menyebut istri Daniel diduga turut terlibat dalam perkara ini, lantaran uang milik Bank CIMB Niaga telah didistribusikan kepada bank lain atas perintahnya.

“Hadirkan istri terdakwa karena semua dana atas sepengtahuannya,” pinta Hakim Bakri dimuka persidangan.

Selain itu, Hakim Bakri juga mempertanyakan alasan laporan pihak Bank CIMB Niaga kepada kepolisian baru dilakukan pada tahun 2021. “Yang janggal kenapa baru dilaporkan sekarang?” tanya dia.

Perlu diketahui selama berlangsungnya persidangan, Daniel Arsa Prasdja oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak dilakukan penahanan. (Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *