Pemkab Bekasi Diminta Revitalisasi Tugu Golok Cibarusah

Ahmad Djaelani

BERITA BEKASI – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cibarusah Ahmad Djaelani mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk merevitalisasi tugu golok yang berada di Simpang Tiga Cibarusah. Hal itu disampaikan Djaelani dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cibarusah Jawa Barat

Menurut Djaelani, Tugu Golok Cibarusah yang sekarang ini kondisinya memprihatinkan, terkesan kumuh, dan tidak terawat. Padahal, Tugu Golok Cibarusah ini jika dipercantik dan dilakukan penataan ulang bisa menjadi ikon landmark Cibarusah dan kebanggaan masyarakat.

“Apalagi Cibarusah ini merupakan daerah yang berada di ujung selatan Kabupaten Bekasi berbatasan langsung dengan Bogor, artinya Cibarusah menjadi pintu gerbang Bekasi. Saat Tugu Golok ini bagus, tentu ini akan menjadi ikon khas dan mengangkat marwah Kabupaten Bekasi secara tidak langsung,” kata Djaelani kepada Matafakta.com, Selasa (8/2/2022).

Djaelani menegaskan, Cibarusah punya riwayat sejarah yang panjang dan memiliki banyak kontribusi sejak lahirnya Kabupaten Bekasi di tahun 1950. Selain itu, banyak peristiwa bersejarah dan tokoh yang lahir di Cibarusah.

“Kabupaten Bekasi punya hutang budi sejarah ke Cibarusah. Saat pembentukan tahun 1950 itu, Kabupaten Bekasi kekurangan wilayah, maka kemudian wilayah Kewedanaan Cibarusah yang tadinya masuk Kabupaten Bogor dipecah dua, sebagian tetap di Kabupaten Bogor, sebagian lagi masuk Kabupaten Bekasi, dari wilayah Cibarusah sekarang sampai kawasan Lemahabang Kecamatan Cikarang Utara, itu masih masuk Cibarusah,” jelas pria yang juga merupakan penulis buku biografi KH. Raden Ma’mun Nawawi ini.

Djaelani juga menyesalkan perkataan pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi yang hadir dalam Musrenbang mempunyai penilaian soal Tugu Golok ini bukan urusan prioritas. Menurutnya, justru sektor budaya ini merupakan urusan wajib pemerintah yang jika dikelola dengan baik bisa menjadi daya tarik dan menggerakan perekonomian masyarakat.

Tahun 2020 saat Covid-19 tinggi saja Pemkab Bekasi bisa menggelontorkan dana puluhan miliar untuk membangun Museum Gedung Juang dan pembangunan taman-taman kecamatan. Itu menandakan persoalan kebudayaan adalah persoalan prioritas.

“Jadi harapan saya dewan yang terhormat jangan berkata seperti itu lah, ini sebenarnya soal keberpihakan dan pollitical will legislatif, mau apa tidak membawa aspirasi orang Cibarusah, tanpa mengesampingkan usulan prioritas lainnya, seperti bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” pungkas Djaelani yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kabupaten Bekasi ini. (Hasrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *