Kasus BRI, Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri Diduga “Alih Profesi”

Ketua Majelis Hakim: Fahzal Hendri

BERITA JAKARTA – Ketua Majelis Hakim pimpinan Fahzal Hendri seolah “alih profesi” menjadi penasehat hukum saat mengadili persidangan kasus dugaan korupsi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tanah Abang Jakarta sebesar Rp95,4 miliar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Sebab, Hakim Fahzal diduga memberikan ‘kode’ bahwa perkara korupsi yang melilit terdakwa Dinni Nurdiana mantan Manajer Pemasaran BRI Cabang Jakarta Tanah Abang, tidak ada hubungan dengannya.

“Kesaksian mereka tidak hubungannya dengan terdakwa secara langsung, sebab terdakwa hanya menjalankan tugas sebagai pengambil keputusan, tapi tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi kepada Shinta Dewi Kusumawardany,” ucap Fahzal dalam ruang sidang, Rabu (2/2/2002).

Perlu diketahui, terpidana Shinta Dewi Kusumawardany adalah mantan Relationship Manager BRI Jakarta Tanah Abang yang kini tengah menjalani hukuman pidana selama 7 tahun dan denda sejumlah Rp300 juta dan wajib membayar uang pengganti sejumlah sebesar Rp5.625.000.000.

Kembali ke persidangan terdakwa Dinni, Hakim Fahzal diduga memberikan “angin” terhadap kuasa hukum Dinni, seusai Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan pertanyaan kepada sejumlah saksi diantaranya Guntur, Zulfikar, Rosita Rahma, Ade Junaedi dan Cucu Kurniasih.

Dalam kesaksiannya mereka mengakui mendapatkan dana sebesar Rp1,5 juta dari PT. Jasmina Asri Kreasi melalui Terpidana Ryan setelah meneken sejumlah berkas di Kantor BRI Cabang Tanah Abang.

“Betul pak Hakim kami mendapat uang Rp1,5 dari Pak Ryan katanya untuk biaya transportasi,” aku Ade Junaedi. (Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *