Terlapor Kasus Investasi Bodong Selalu Pamerkan Gaya Hidup Mewah

- Jurnalis

Minggu, 23 Januari 2022 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlapor Raja Sapta Oktohari

Terlapor Raja Sapta Oktohari

BERITA JAKARTA – Terpantau dari media sosial, Raja Sapta Oktohari (RSO) Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memiliki gaya hidup hedon dari naek private jet yacht mewah sampai rumah memiliki harimau putih langka serta memamerkan liburan di pulau miliknya.

Padahal, banyak masyarakat sekarang yang tengah hidup sengsara dan prihatin. Gaya hidup hedon dan mewah ini sangat bertolak belakang dari anjuran Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pejabat negara tunjukkan gaya hidup sederhana dan tidak pamer harta kekayaan.

Terlabih, gaya hidup RSO yang hedon dilihat para korban investasi gagal bayar PT. Mahkota Properti Indo Permata (PT. MPIP) yang hidup prihatin, karena dana mereka senilai Rp6,7 triliun lebih hilang di perusahaan milik RSO yang duduk sebagai direktur utamanya.

Oleh karena itu, para korban PT. Mahkota dan OSO SEKURITAS meminta agar Presiden Jokowi dapat dengan bijak, segera mencopot RSO dari posisinya sebagai Ketua KOI yang hidup dengan tidak memperdulikan rasa keprihatinan masyarakat.

Disinyalir, RSO mengunakan jabatan sebagai Ketua KOI untuk menghindari panggilan Kepolisian yakni, Polda Metro Jaya hingga 7 kali dipanggil oleh penyelidik Polda dalam 2 tahun selalu mangkir.

Para korban menilai, PT. Mahkota akan merusak citra Pemerintahan Jokowi seolah melindungi terlapor pelaku pidana perbankan dan pencucian uang dan malah memberikan jabatan tanpa melihat karakter dan perbuatannya ketika menjalankan PT. Mahkota yang merugikan masyarakat luas.

“Saya berharap sekali kepada Bapak Presiden Jokowi yang saya cintai agar memperhatikan rasa keadilan, uang saya puluhan miliar tidak dikembalikan PT. Mahkota milik Raja Sapta Oktohari,” ungkap R salah satu korban PT. Mahkota kecewa.

Setiap hari, sambung R, dia melihat bagaimana RSO bergaya hidup mewah dan berfoya-foya di Bali, naek private jet yacht bahkan punya kebon binatang dirumahnya dengan memelihara Harimau Putih.

“Sedangkan kami hidup makan nasi dengan garam saja. Dimana keadilan itu bapak Presiden Jokowi?. Jadi, kami minta RSO segera dicopot dari jabatannya sebagai Ketua KOI agar dapat memenuhi panggilan polisi,” tandasnya kesal.

Sementara, korban lainnya, M juga mengungkapkan rasa kekecewaannya sambil menangis. Pasalnya, 2 tahun sudah dirinya menunggu sama sekali tidak ada itikat baik dari PT. Mahkota milik RSO untuk mengembalikan dananya.

“Itu dana saya dan orang tua saya, malah saya ditawarkan ganti rugi dengan properti yang tidak jelas. Selain belum dibangun, tidak ada IMB-nya pula, sehingga kami berpikir akan kembali tertipu,” sindirnya.

Seharusnya, Presiden Jokowi melihat karakter dan perbuatan pejabat kepada masyarakat sebelum memilih pejabat negara selain demi rasa keadilan agar dukungan makin mengalir kepada Pemerintahan, bukan sebaliknya akan berpikir buruk.

“Tolong bapak Presiden Jokowi dicopot dulu Raja Sapta Oktohari atau RSO dari pemerintahan agar RSO dapat menjalani proses hukum, sesuai kata-kata bapak equality before the law,” pungkasnya.

Diketahui korban M menghubungi Hotline LQ 0818-0489-0999 dan memberikan kuasa kepada LQ Indonesia Law Firm yang proses LP-nya kini sudah naik sidik. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB