Pidsus Kejari Jakbar Tetapkan LW Tersangka Korupsi PT. Pegadaian

- Jurnalis

Kamis, 13 Januari 2022 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka LW Digelandang Petugas Kejari Jakbar

Tersangka LW Digelandang Petugas Kejari Jakbar

BERITA JAKARTA – Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat (Jakbar) menyimpulkan adanya potensi kerugian negara korupsi di PT. Pegadaian.

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Pidsus Kejari, menetapkan satu orang tersangka berinisial LW selaku pengelola UPC Anggrek, Kemandoran, Kalideres, Jakarta Barat.

“Berdasarkan hasil gelar perkara saudara LW kita tetapkan sebagai tersangka selaku pengelola UPC Anggrek Cabang Kemandoran area Kalideres, Jakarta Barat,” terang Kajari Jakbar, Dwi Agus Arfianto, Rabu (12/1/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

LW diduga telah membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp5,8 miliar. LW juga akan ditahan selama 20 hari ke depan.

“Kami sampaikan dugaan tindak pidana korupsi ini dilakukan dalam tenggat waktu mulai Januari 2019 hingga April 2021,” kata Dwi.

Dia menyebut, LW dalam melakukan tindak kejahatannya memiliki beberapa modus. Diantaranya, melakukan gadai fiktif hingga mengambil barang jaminan kemudian diserahkan ke orang lain.

Baca Juga :  Jaksa KPK Sebut Dugaan Uang Hasil Pemerasan SYL Sebesar Rp44,5 Miliar

“Modus lainnya adalah memberikan kredit dengan nilai uang jaminan yang melebihi ketentuan. Ketiga, menaksir barang jaminan melebihi ketentuan yang berlaku. Terakhir, menyerahkan barang jaminan yang belum dilakukan pelunasan kepada orang lain,” jelas Dwi.

“Seperti contoh ada satu item barang, sebenarnya harga pasarannya itu Rp6 juta, tapi yang bersangkutan berani menaksir dan memberikan kredit senilai Rp 40 juta,” sambungnya.

Dalam menetapkan LW sebagai tersangka, Dwi turut menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen di kantor pegadaian dan barang jaminan pada proses pegadaian.

Selain itu, Kejaksaan juga menyita sejumlah uang tunai senilai Rp100 juta. Hingga kini, pihak Kejaksaan masih mendalami penyelidikan tersebut, termasuk penggunaan uang hasil tindak korupsi yang dilakukan LW.

Dwi mengaku, masih membuka peluang akan ada tersangka lain dalam kasus ini. “Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Namanya Tipikor tidak ada single fighter,” pungkasnya.

Baca Juga :  Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat

Diketahui, pada Oktober 2021, Kejari Jakbar menggeledah Kantor Pegadaian UPC Anggrek Jakbar dan Cabang Kemandoran Jakarta Barat.

Penggeledahan tersebut, dilakukan untuk mengusut kasus dugaan korupsi Kredit Cepat Aman (KCA) Fiktif dan Barang Jaminan Dalam Proses Lelang (BJDPL) Fiktif di Kantor PT. Pegadaian (Persero) UPC Anggrek.

Penggeledahan di Kantor Pegadaian UPC Anggrek dilakukan pada Senin 1 November 2021 dipimpin Kasi Pidsus Kejari Jakbar, Reopan Saragih.

Kemudian penggeledahan juga dilakukan di Kantor Pegadaian Cabang Kemandoran, Jakarta Barat, pukul 12.30-15.00 WIB. Hasil penggeledahan di 2 tempat tersebut, Tim Penyidik menyita sejumlah barang bukti. Dokumen yang disita terkait KCA Fiktif dan BJDPL Fiktif dan lain-lain.

Kasus ini diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp5,7 miliar. Adapun calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi di di Kantor PT Pegadaian (Persero) Unit Pelayanan Cabang (UPC) Anggrek akan dikenai Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor. (Sofyan)

Berita Terkait

Industry Terbesar Asia, Mbah Goen: Kabupaten Bekasi Hanya Jadi Asbak Pengusaha
Dipastikan Lolos, KEMAH Indonesia Ucapkan Selamat Kepada Ananda Tohpati
LQ Pertanyakan Kepastian Hukum Dalam Perkara Pidana Guru Besar IPB
Jaksa KPK Sebut Dugaan Uang Hasil Pemerasan SYL Sebesar Rp44,5 Miliar
Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY
Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat
Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri
AMPUH: Baiknya Pengusul Hak Angket Pertimbangkan Masukan Wakil Ketua MPR
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 16:28 WIB

Industry Terbesar Asia, Mbah Goen: Kabupaten Bekasi Hanya Jadi Asbak Pengusaha

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:12 WIB

LQ Pertanyakan Kepastian Hukum Dalam Perkara Pidana Guru Besar IPB

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:48 WIB

Jaksa KPK Sebut Dugaan Uang Hasil Pemerasan SYL Sebesar Rp44,5 Miliar

Selasa, 27 Februari 2024 - 21:43 WIB

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Bakal Laporkan Hakim Delta Tamtama ke KY

Selasa, 27 Februari 2024 - 19:35 WIB

Cabang LQ Indonesia Law Firm Kembali Hadir di Kembangan Jakarta Barat

Selasa, 27 Februari 2024 - 19:19 WIB

Dugaan TPPU Setnov Tak Kunjung Tuntas, LP3HI Gugat Bareskim Polri

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:04 WIB

AMPUH: Baiknya Pengusul Hak Angket Pertimbangkan Masukan Wakil Ketua MPR

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:48 WIB

Ini Kata Kuasa Hukum Nasabah Prudential Bicara di Podcast Quotient TV

Berita Terbaru

Foto: Gedung Dispora Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Kabarnya, Dua Anggaran Dispora Kota Bekasi Beraroma Korupsi

Kamis, 29 Feb 2024 - 19:02 WIB

Foto: Ketum LSM Sniper Indonesia: Gunawan

Seputar Bekasi

Ini Gagasan Gunawan SNIPER Untuk Meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:39 WIB