Ketua Koordinator BUMN Watch Minta Erick Thohir Mundur Dari Jabatan

- Jurnalis

Sabtu, 6 November 2021 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koordinator BUMN Watch, Naldy N Haroen, SH, MH

Ketua Koordinator BUMN Watch, Naldy N Haroen, SH, MH

BERITA JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, diminta mundur dari jabatannya. Permintaan mundur tersebut disampaikan, Ketua Koordinator BUMN Watch, Naldy N Haroen, SH, MH.

“Kami minta Erick Thohir segera mundur dari jabatannya sebagai menteri BUMN, karena terindikasi terlibat dalam bisnis alat Polymerase Chain Reaction atau PCR,” tegas Naldy, Jumat (5/11/2021).

Seharusnya, smabung Naldy, sebagai seorang Menteri, Erick tidak patut mengambil keuntungan dengan cara berbisnis PCR ditengah penderitaan rakyat saat ini.

Menurut Naldy, jika tidak mengundurkan diri sebaiknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memecat Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.

“Presiden kami harapkan bersikap tegas untuk melakukan reshuffle terhadap kabinetnya. Paling utama adalah, Erick Thohir harus dicopot,” tegas Naldy lagi.

Lebih lanjut Naldy menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaporkan dugaan bisnis PCR yang dilakukan Erick Thohir tersebut ke penegak hukum.

“Tidak elok rasanya ditengah penderitaan rakyat saat pendemi namun ada Menteri yang mengambil keuntungan. Jika tidak mundur, Erick Thohir akan kita mundurkan,” kata Naldy.

Naldy Haroen pun mempertanyakan andil yang telah diperbuat seorang Erick Thohir bagi bangsa ini.

“Apa sih andil Erick pada Republik ini? hanya melaksanakan Asian Games saja. Itupun banyak issue terjadinya KKN.  Belum ada track record Erick Thohir pada Republik ini,” ucap Naldy.

Naldy mengaku, kasihan dengan Presiden Jokowi lantaran ada Menteri yang berpura-pura loyal. Namun, dia justru malah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi.

“Beliau orang baik. Beliau menyangka orang-orang di sekelilingnya juga dianggap orang loyal dan baik. Padahal pebisnis semua. Mereka hanya mencari keuntungan pribadi,” tambahnya.

Naldy mengajak semua pihak untuk memberikan masukan kepada Presiden Jokowi, terkait kelakuan para Menterinya saat ini yang cenderung bermain aman untuk kepentingan Pemilu 2024.

Dia yakin 100 persen, tambah Nady, Presiden Jokowi maupun keluarganya tidak ada yang berbisnis. Namun, Menterinya malah memanfaatkan situasi massa pandemi ini.

“Mari kita bersama-sama menyadarkan Pak Jokowi. Kasihan beliau yang betul-betul bekerja untuk negara dilain pihak ada Menterinya sibuk berbisnis ditengah pandemi,” pungkas Naldy. (Stave)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB