Pendamping Ahli Waris Marzuki Batu Ampar Sebut Pemalsu Hibah Fiktif Bodoh

  • Bagikan

BERITA JAKARTA – Pendamping setia ahli waris Marzuki sengketa tanah yang berlokasi di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Ali menyebut bahwa hibah palsu atau fiktif yang dibuat tidak sangat sempurna bahkan sangat telihat bodoh dan tidak teliti.

“Ngak perlu di lab atau diteliti lagi, massa bahasa dalam surat hibah fiktif itu bercampur ejaan lama dan ejaan baru gimana ceritanya,” kata Ali ketika berbincang dengan Matafakta.com, Minggu (5/9/2021).

Herannya, sambung Ali, denga dasar surat hibah fiktif yang tidak sempurna itu bisa memporak porandakan hak waris orang lain. Surat hibah fiktif itu, dibuat seakan almarhum Taher Bin Saiyan, menghibahkan hak waris yang di dapatnya dari orang tuanya almarhum Tasuah PR Gasing.

“Saya sudah bertemu langsung dengan orang pembuat hibah fiktif tersebut yang kini sudah almarhum atau meninggal yakni, mantan Lurah Rambutan. Dia sudah mengakui hal itu,” ungkap Ali.

Dikatakan Ali, anak Tasuah PR Gasing pemilik letter C No.141 dengan luas total 39.470 M yang terbagi dua Persil yakni, Persil 8 seluas 33.720 M dan Persil 16 seluas 5.750 M, H. Yusuf (90) saksi hidup mengaku, tidak pernah tahu dan tidak pernah menandatangi terkait adanya surat hibah tersebut.

“Anak pemilik leter C No. 141 masih hidup satu yakni, H. Yusuf yang usianya sudah 90 tahun adik kandung dari Taher Bin Saiyan. Beliau mengaku tidak pernah tahu dan tandatangan terkait adanya hibah siluman tersebut,” tutur Ali.

Pengakuan beliau itu, tambah Ali memperkuat kepalsuan adanya hibah siluman atau hibah fiktif. Terlebih lagi, redaksi suratnya aneh dimana telah bercampur ejaan lama dan ejaan baru dan itu sudah diakui oleh pembuatnya bahwa surat hibah tersebut fiktif.

“Cerita lahan milik Tasuah PR Gasing asal letter C No. 141 ini akan panjang dan semua yang terlibat akan terungkap, karena sebagian lokasi lahan khususnya Persil 8 sudah berdiri rumah-rumah permanen. Nama Taher sendiri tidak ada di pecahan girik – girik yang berasal dari letter C No. 141 tersebut,” pungkasnya. (Sofyan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *