Aptrindo Jateng Kampanyekan Keselamatan Lalin dan Angkutan

BERITA SEMARANG – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng & DIY mendapatkan penghargaan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kategori asosiasi yang menjadi pelopor keselamatan dalam mengimplementasikan program keselamatan lalu lintas dan angkutan.

“Aptrindo Jateng & DIY juga sangat fokus dan konsisten soal keselamatan yang lain, seperti membantu KNKT dan Litbang Perhubungan dalam menginvestigasi kecelakaan di Flyover Kretek Bumiayu, dan menganalisa berbagai faktor yang mengakibatkan terjadinya Overdimensi & Overload (ODOL),” ungkap Ketua Aptrindo Jateng & DIY, Chandra Budiwan dalam kunjungannya di Semarang, Senin (28/12/2020).

Menurut Chandra, akhir-akhir ini kasus kecelakaan tabrak belakang sering terjadi. Bahkan rata-rata dalam sebulan terjadi kasus kecelakaan tabrak belakang sebanyak 36 kali di ruas tol Cikampek-Palimanan (sesuai data Operation Manager PT. Lintas Marga Sedaya, sebagai pengelola tol Cipali)

“Penyebabnya didominasi oleh pengemudi yang mengantuk, namun ada pula yang menyalip dari bahu jalan dan menabrak kendaraan yang sedang berhenti disana. Namun ada juga yang diakibatkan ban meledak, sehingga kendaraan oleng tidak terkendali dan menabrak kendaraan lain,” kata Chandra.

Chandra mengaku para pengusaha truk yang tergabung dalam Aptrindo Jateng & DIY merasa sangat prihatin dengan banyaknya kasus kecelakaan tabrak belakang.

“Kami dengan penuh kesadaran memulai melakukan kampanye keselamatan yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya jumlah korban berupa pemasangan perisai belakang (rear underrun protector) bersama KNKT dan Kementerian Perhubungan yang sudah berlangsung di halaman Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Karangnanas Purwokerto, pada 18 Juli 2020 lalu,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengikuti diskusi terbatas terkait upaya penanggulangan kecelakaan di jalan tol bersama KNKT, KEMENHUB, PUPR, Korlantas Polri, BAPPENAS dan PT. Lintas Marga Sedaya di kantor PT. Lintas Marga Sedaya di KM 102 tol Cipali.

“Saya selalu mengimbau kepada anggota, pentingnya memasang sticker pemantul cahaya yang sangat berguna untuk dijadikan patokan di malam hari, bagi pengemudi yang sudah mengalami kelelahan mata,” ujar Chandra.

Selain itu, Chandra selalu mengimbau agar memasang rear underrun protector (RUP) yang berguna untuk meminimalisir jumlah korban jika terjadi kecelakaan. (Nining)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *