BEMNUS Sukabumi Raya Pelototi Buruknya Tata Kelola RSUD Palabuhanratu

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Photo: BEM Nusantara Sukabumi Raya Saat Melakukan Aksi Di Depan Gedung Negara Pendopo Kabupaten Sukabumi

Teks Photo: BEM Nusantara Sukabumi Raya Saat Melakukan Aksi Di Depan Gedung Negara Pendopo Kabupaten Sukabumi

BERITA SUKABUMI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sukabumi Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Pendopo Sukabumi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (22/6/2026).

Dalam orasinya, mereka menyampaikan melemahnya nilai rupiah, kenaikan BBM, tata kelola MBG, pembangunan KDMP,  korupsi, nepotisme dan supremasi sipil dalam kebijakan nasional.

Tak hanya isu nasional, BEM Nusatara Sukabumi Raya juga menyoroti isu lokal yaitu berbagai persoalan yang ditemukan di RSUD Palabuhanratu, setelah melakukan advokasi dan peninjauan langsung kelingkungan Rumah Sakit (RS) tersebut.

Dalam hasil advokasi yang dilakukan, BEM Nusantara Sukabumi Raya menemukan sejumlah permasalahan yang dinilai serius, khususnya terkait kebersihan lingkungan rumah sakit yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Koordinator wilayah BEM Nusantara, Rahmadi L Making menyampaikan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang wajib menjaga standar kebersihan dan kenyamanan bagi pasien. Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari harapan.

“Kami menemukan sejumlah titik yang terlihat kurang terawat dan kurang bersih. Padahal kebersihan rumah sakit merupakan faktor penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien serta mencegah timbulnya penyakit baru akibat lingkungan yang tidak higienis,” ujarnya.

Tidak hanya itu, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga menerima dan mendokumentasikan rekaman video yang menunjukkan adanya ulat pada makanan berupa sayur sop yang disajikan kepada pasien.

Temuan tersebut pun dinilai sangat memprihatinkan mengingat makanan pasien harus memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan yang ketat.

Selain persoalan makanan, mahasiswa juga menemukan keberadaan kecoak di area rumah sakit. Keberadaan hama tersebut dinilai menjadi indikator lemahnya pengelolaan kebersihan lingkungan rumah sakit.

Menurut BEM Nusantara Sukabumi Raya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, karena dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

“Kehadiran ulat pada makanan pasien dan ditemukannya kecoak di lingkungan rumah sakit merupakan alarm serius yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak manajemen rumah sakit,” tegasnya.

Selain masalah kebersihan, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga menyoroti tata kelola parkir RSUD Palabuhanratu yang dinilai carut-marut.

Berdasarkan temuan di lapangan, pengelolaan parkir belum berjalan secara tertib, sementara tarif parkir yang dikenakan kepada masyarakat dinilai tidak memiliki kepastian dan transparansi yang jelas.

Mahasiswa menilai persoalan kebersihan maupun tata kelola parkir merupakan tanggung jawab manajemen rumah sakit yang dipimpin oleh Direktur RSUD Palabuhanratu.

Sebagai pimpinan tertinggi, Direktur memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan sesuai standar pelayanan publik yang baik.

BEM Nusantara Sukabumi Raya mendesak Direktur RSUD Palabuhanratu untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kebersihan, kualitas makanan pasien, pengendalian hama, serta tata kelola parkir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Jika persoalan ini dibiarkan tidak ada perbaikan make kami tegaskan direktur RSUD pelabuhan mengundurkan diri sebagai pertanggungjawaban moral.

Selain itu, BEM Nusantara Sukabumi Raya juga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Bupati Asep Japar dan DPRD Komisi IV untuk turun tangan melakukan audit serta pengawasan terhadap kualitas pelayanan di RSUD Palabuhanratu guna memastikan hak-hak pasien dan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan terpenuhi secara optimal.

“Kami tidak ingin rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat masyarakat mendapatkan kesembuhan justru menghadirkan persoalan-persoalan yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan pasien. Perbaikan harus segera dilakukan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tutupnya. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi
Darurat Kepemimpinan & Inkompetensi “Candu Birokrasi Kota Sukabumi”
Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan
Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:30 WIB

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Kamis, 17 September 2026 - 16:28 WIB

Efisiensi, Simpul Sukabumi Soroti Survei Jalan dan Dugaan Penyimpangan

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Berita Terbaru

Photo: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Nasional

Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:41 WIB

Teks Photo: Puluhan PC PMII Saat Mengelar UNRAS Di Depan Kantor DLH Kota Sukabumi

Berita Daerah

Risiko Pengelolaan Sampah dan Anggaran DLH Kota Sukabumi

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:30 WIB