BERITA SUMUT — Diduga, manajer PLN UP3 Pematangsiantar, Ramses melindungi vendor PT. Putra Persada Jaya, terkait temuan yang menyangkut kinerja dan kepatuhan hukum pihak ketiga.
Pasalnya, Ramses sebelumnya menyatakan akan menelusuri informasi yang beredar. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret yang disampaikan pihak PLN kepada publik.
Publik menyoroti adanya ketimpangan prinsip dalam kasus ini. Disatu sisi, tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) bertugas menertibkan penyalahgunaan listrik di masyarakat. Di sisi lain, terdapat dugaan bahwa sebagian petugas justru terjerat persoalan hukum.
Kasus ini dinilai menjadi evaluasi penting bagi tata kelola tenaga kerja vendor dilingkungan PLN. Sistem verifikasi latar belakang, pemantauan kinerja dan mekanisme pelaporan dinilai perlu diperketat agar insiden serupa tidak terulang.
Rekrutmen yang longgar dan budaya menutup kesalahan dikhawatirkan dapat membentuk lingkungan kerja yang tidak sehat. Sebagai perusahaan Negara yang vital bagi pelayanan publik, PLN dituntut untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.
Untuk itu, publik masih menunggu tindak lanjut pihak PLN Pematangsiantar atas dugaan kelalaian karyawan atau vendor terhadap peraturan keselamatan kerja. Ramses diduga ikut bertanggung jawab dan melindungi kesalahan.
Awak media juga mempertanyakan tidak adanya surat teguran yang dapat ditunjukkan kepada publik untuk kepastian, transparansi dan tindak lanjut dari PLN. Karena menyangkut keselamatan masyarakat luas dan kepentingan Negara.
Berdasarkan informasi, PLN memiliki kebijakan untuk tidak melindungi kesalahan karyawan yang melanggar aturan. Fokus utama perusahaan adalah perlindungan keselamatan kerja dan penegakan etika.
Dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PLN memberikan perlindungan hukum dan fisik bagi pekerja untuk menjamin hak dasar, mencegah kecelakaan kerja, serta penyakit akibat kerja.
PLN juga menyediakan saluran pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan pelanggaran, yang akan diproses melalui sistem eskalasi guna menjaga kepatuhan terhadap standar Perusahaan. (Team)






