AMPUH: Minta KPK, Mendagri dan KASN Monitor Rotasi Pejabat Jelang Tahun Politik

- Jurnalis

Rabu, 30 Agustus 2023 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pelantikan Eselon II  dan Dewas Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi

Foto: Pelantikan Eselon II dan Dewas Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi

BERITA JAKARTA – Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH), Heru Purwoko meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memperhatikan mutasi rotasi pejabat memasuki jelang tahun politik khususnya bakal calon Petahana.

“Keputusan dari calon Petahana rawan berafiliasi politik dengan menyiapkan pondasinya berkaitan dengan kembalinya maju mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah,” terang Sekjen AMPUH, Heru Purwoko menanggapi Matafakta.com, Rabu (30/8/2023).

Sesuai informasi, kata Heru, Walikota Bekasi yang baru dilantik tengah gencar melakukan rotasi mutasi pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi, termasuk di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Dirut dan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot, Kota Bekasi.

“Masa jadi Walikota Definitif waktunya sebulanan, karena nanti cuti karena mau mencalonkan diri kembali menjadi Walikota Bekasi. Makanya langsung ngegas. Sekarang Eselon II nanti berikutnya kabarnya lanjut Eselon III dan IV,” ungkap Heru.

Heru mengatakan, meski tidak berprasangka buruk namun menurut informasi dan beberapa dari hasil pencarian informasi dan latarbelakang, semua rotasi mutasi yang dilakukan Kepala Daerah disinyalir gerbong pendukung jajaran ASN dan berlatarbelakang partai politik, termasuk keluarga dekat.

“Oleh karena itu, AMPUH minta Mendagri dan KASN bila perlu KPK ikut memantau rotasi mutasi di daerah khususnya Kepala Daerah yang bakal menjadi calon Petahana. Jangan sampai berimbas kepada kinerja dalam memberikan pelayanan masyarakat,” imbuhnya.

Heru menambahkan, hal ini umum dilakukan dan bukan hal yang baru bagi bakal calon Kepala Daerah yang Petahana atau Kepala Daerah yang kembali maju mencalonkan diri, sehingga jika dibiarkan akan menghasilkan konflik kepentingan yang berimbas kepada pelayanan masyarakat.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi Kementerian atau Lembaga terkait agar Pemilu menghasilan para pemimpin yang betul-betul bisa menjadi harapan masyarakat. Begitu juga penempatan calon PJ nantinya,” pungkasnya. (Dhendi)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB